Responsive Ad Slot

Politik

Nasional

Internasional

Daerah

Koordinator Almagap Abdya Menilai Jubir KRB ‘Asal Bunyi’

Posted on Minggu, 15 Juli 2018 Tidak ada komentar
Menyikapi dinamika tentang sorotan gaji tenaga kontrak non pegawai negeri sipil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di lingkup pemerintah kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Almagap Abdya, Said Fahmi menilai pengamat kurang membaca aturan terhadap Undang-Undang RI tentang pengangkatan tenaga kontrak non PNS di negeri ini, hal tersebut disampaikannya melalui rilis yang diterima media ini, Minggu (15/7/2018).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara jelas disebutkan pada Pasal 135A ayat 2 yang bahwa pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, Pemerintah tidak diperbolehkan melakukan pengadaan tenaga honorer, pegawai tidak tetap, pegawai tetap non-PNS, dan tenaga kontrak.

“Dari bunyi pasal tersebut jelas bahwa pada dasarnya tidak ada lagi penerimaan tenaga 
honor dan kontrak, namun kita melihat Bupati Aceh Barat Daya mau menerima konsekuensi dengan tetap membuka peluang kerja bagi masyarakat Abdya dengan jalur tenaga kontrak”, ujarnya.

Menyangkut dengan sistem penggajian para tenaga kontrak yang dianggap masih dibawah Upah Minimum Provinsi (UMP), hal tersebut harus dapat dimaklumi, karena melihat penerimaan pegawai kontrak tersebut hanya sebuah kebijakan pimpinan sesuai dengan kebutuhan intsansi terkait, sehingga pembayaran gaji pun harus disesuaikan dengan kemampuan daerah, mengingat itu sebuah kebijakan, tidak mungkin pemerintah harus memaksakan kehendak dengan membayar gaji tinggi tapi kebutuhan wajib lainnya dikesampingkan.

“Perekrutan tenaga kontrak tersebut sesuai kebutuhan dan permintaan intasi terkait, 
pemerintah Abdya melakukan itu atas dasar kebijakan, sehingga honor yang dibayarkan pun sesuai kemampuan daerah, dan keberatan oknum satpol PP pun wajar, tapi mereka juga harus mengetahui ini kebijakan atasannya, harusnya mereka berterima kasih dan bersyukur atas langkah yang dilakukan pemerintah Abdya saat ini”, ungkap Said Fahmi, Koordinator LSM Almagap Abdya.

Lanjut Said, jika ada pengamat yang mengatakan gaji tenaga kontrak non PNS Satpol-PP tidak manusiawi, ia menilai suatu yang keliru dari statmen itu dan hanya untuk memperkeruh suasana, dimana para tenaga kontrak ini baik Satpol-PP dan tenaga lainnya tak mempermasalahkan dengan hal tersebut.

”Mereka (tenaga kontrak) tidak merasa keberatan dengan keputusan Bupati tersebut, karena mungkin mereka tahu bahwa yang dilakukan pimpinannya itu sebuah kebijakan, kenapa kita harus mempermasalahkannya, dan juga kita harus mengkaji aturan-aturan yang ada tentang ASN sehingga kita paham dan tidak asal bunyi”, tegasnya.

Mengingat Abdya ini minim lapangan kerja, sambung nya, pemkab Abdya membuka peluang kepada putra putri Abdya untuk mengabdikan dirinya kepada daerah, dan dengan memberikan insentif yang lebih layak dari tahun sebelumnya padahal, secara ketentuan hal tersebut tidak dibenarkan, dan jika dengan kritikan tanpa solusi yang sllu kita dengungkan, kan tidak tertutup kemungkinan Pemerintah akan menghentikan kebijakan dengan 
penghentian tenaga kontrak, jika itu dilakukan pemerintah, apakah rekan-rekan di LSM KRB mau bertanggung jawab dan apakah itu tindakan manusiawi??

“Jika pemerintah daerah tak membuka tes tenaga kontrak dan menjalankan sesuai Undang-Undang, bagaimana nasib adek-adek kita, harusnya sebagai lembaga memberikan apresiasi terhadap kebijakan pemerintah yang berpihak kepada masyarakat, ‘bek lah oh ka dijok hate 
lake jantong’ (janganlah saat diberi hati minta jantung)” , ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya salah satu media online di kabupaten tersebut, 
bahwa gaji tenaga kontrak non PNS tak manusiawi versi LSM KRB, dimana menurutnya pemerintah Abdya tak mempertimbangkan Upah Minimum Provinsi (UMP) yakni sesuai Peraturan Gubernur Nomor 67 tahun 2017 yang kemudian kembali ditetapkan pada 7 November 2018 sebesar Rp. 2,7 juta. Angka sebesar itu tentu bukan yang sedikit bagi pemerintah Abdya, sebab keterbatasan anggaran setelah memenuhi kebutuhan wajib sehingga pemkab harus menyesuaikan kebutuhan lainnya dengan pertimbangan kuota yang diterima dan gaji yang diberikan.

Muhammad Taufik

Bisnis Star Up Kian Merajalela

Posted on Tidak ada komentar


Edy Budiman mengedukasi para startup dan pengembang aplikasi yang mengikuti Product Development Conference dari Tech in Asia, terkait pentingnya keamanan sibernetika bagi startup dan pengembang aplikasi.
Edy Budiman membawakan topik “Level Up Your Security with SSL Grade A” dalam rangkaian acara dari Tech in Asia tersebut. SSL itu sendiri adalah protokol keamanan yang digunakan pada semua transaksi di internet. Edy menyampaikan bahwa SSL menjadi fondasi penting dari pengamanan semua website dan aplikasi berbasis web. Munculnya tanda gembok di browser belum berarti website atau aplikasi tersebut sudah aman. Jika konfigurasi SSL pada server salah, maka peretas bisa dengan mudah menjebol website/aplikasi tersebut dengan menggunakan berbagai teknik eksploitasi terbaru.
Ia juga membagikan tips teknis yang dapat langsung dipraktikkan para startup dan pengembang aplikasi soal bagaimana melakukan konfigurasi SSL dengan benar sehingga bisa mendapatkan grade tinggi dalam hasil testing di SSLLabs.com. SSLLabs bisa membantu pengecekan konfigurasi SSL di server web. Hasil yang diberikan mulai dari skala A+ hingga F, di mana A+ adalah nilai tertinggi dan F adalah nilai terendah.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Sitelock pada tahun lalu di kuartal 4 “Website Security Insider”, ada peningkatan infeksi keamanan pada website sekitar 20% dibanding kuartal sebelumnya. Jumlah seluruh website di internet adalah lebih dari 1,86 Milyar banyaknya dan sekitar 18,500,000 website terinfeksi malware setiap minggunya. Satu website umumnya diserang sebanyak 44 kali per hari.
 
“Kerentanan website dan aplikasi bertambah seiring makin majunya perkembangan teknologi saat ini. Serangan terhadap protokol SSL sendiri meningkat pesat karena SSL melindungi semua transaksi dan komunikasi yang terjadi di Internet. Banyak situs di Indonesia yang masih salah konfigurasi SSL-nya sehingga rentan untuk diretas padahal itu adalah tonggak bisnis mereka di era digital,” jelas Edy.

Mengenai Dewaweb
Dewaweb adalah perusahaan penyedia jasa Cloud Hosting pertama di Indonesia yang didirikan pada tahun 2014. Dewaweb menggunakan teknologi terbaru seperti: HP Blade System, SSD Raid 50, LiteSpeed ​​Enterprise, HTTP/2, OnApp, dan Time Machine Backup. Teknologi canggih tersebut memungkinkan Dewaweb untuk memberikan 100% Uptime SLA bagi klien. Dewaweb pun memberikan 90 hari garansi uang kembali dan dukungan 24/7 Ninja Support. Dewaweb sejak 2014 telah berkembang pesat dan melayani lebih dari 20.000 klien, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan prioritas layanan yang berfokus pada aspek keamanan, Dewaweb menjadi hosting provider pertama di Indonesia yang menerima sertifikat ISO 27001 for Standard Information Security Management. Dewaweb juga berkomitmen terhadap misinya membantu klien berkembang dan sukses secara online, lewat berbagai konten informatif pada blognya.
 
Mengenai Product Development Conference - Tech in Asia
Tech in Asia (TIA) merupakan media platform, kurator informasi dan berita dengan misi untuk membangun dan melayani komunitas teknologi dan startup di Asia. Sama seperti Dewaweb, TIA juga berkomitmen untuk membantu komunitas teknologi dan startup dalam berkembang dan meraih sukses. Sementara Product Development Conference (PDC) merupakan konferensi 2 hari yang dibuat oleh Tech in Asia. Tujuan PDC yaitu untuk menyatukan komunitas pengembang/developer, pimpinan bisnis, dan praktisi di bidang bisnis yang telah sukses untuk berbagi pengetahuan mereka dan memberi peserta panduan praktis yang bisa segera diimplementasikan. Pebisnis bisa meningkatkan keterampilan mereka serta kemampuan perusahaan untuk memenangkan lebih banyak keuntungan bisnis, khususnya terkait pengembangan produk.

Don't Miss