Responsive Ad Slot

Apa Saja Penyebab Anak Bersikap Kasar?

Sabtu, 11 Maret 2017


Memiliki seorang anak adalah dambaan para pasangan orangtua. Tentu saja setiap orang tua memiliki keinginan yang besar akan tumbuh kembang anak agar kelak menjadi pribadi yang baik, santun dan juga pemaaf. Namun, bagaimana jika anak bersikap kasar?

Rasanya tak ada hal yang lebih menjengkelkan saat melihat anak kita bersikap kasar, bukan? Entah itu kasar kepada temannya atau mungkin saja kepada kita sendiri sebagai orang tuanya. Sebelum kita membahas lebih lanjut, ada baiknya kita mengingat kembali apakah itu kasar atau kekasaran.

Timothy Wibowo, seorang pakar character specialist menyebutkan kekasaran merupakan suatu keadaan saat seseorang mengatakan atau melakukan sesuatu yang tidak semestinya dan tidak menyenangkan bagi orang lain, sehingga orang-orang sekitar enggan berada di dekatnya.

Lalu apa saja faktor yang membuat seorang anak bersikap kasar?
Menurut Timothy Wibowo, sebenarnya ada dua hal yang menjadi alasan utama mengapa seorang anak bertindak kasar.
1. Ketidaktahuan
Ketidaktahuan disini dimaksud adalah kurangnya pemahaman anak dalam berperilaku baik dan bagaimana cara merespon suatu keadaan dengan baik, sehingga menyebabkan seorang anak bertindak kasar. Perlu kita ketahui, perilaku dan ucapan kasar akan cepat sekali muncul dalam diri seorang anak, karena emosi negative juga akan begitu cepat menguasai hati dan pikirannya.
2. Bersikap Egois.

Tanpa kita sadari budaya hidup kita 'mencintai diri sendiri' tak jarang dapat berpengaruh buruk pada anak, bahkan tanpa kita sadari pada diri kita sendiri. Sering sekali kita hanya berfokus pada perasaan, keinginan, penampilan dan kehidupan kita sendiri sebagai prioritas utamanya. Akhirnya budaya ini juga yang menjadi pola asuh kita terhadap anak.

Tujuannya bisa jadi untuk mencapai kebahagiaan setinggi mungkin, namun perlu kita ketahui bahwa pola ini sangatlah berbahaya dalam hubungan berelasi satu sama lainnya. Sebab, akan menjadi barang tentu, anak kita hanya berfokus pada apa yang ia inginkan dan tentang dirinya sendiri.

Lalu bagaimana cara mengatasi anak yang bersikap kasar?
Kedua hal diatas tentu bukanlah hal yang baik, bukan? Seorang anak lahir tanpa mengetahui apa itu etika yang baik, maka mereka perlu belajar dan berlatih untuk bersikap baik secara terus menerus.
Disinilah peran kita sebagai orangtua untuk mengajarkan, mendidik, dan juga mengarahkan perilaku anak agar kedua hal diatas tidak menjadi kebiasaan dalam kehidupannya sehari-hari, sehingga anak tak bersikap kasar baik kepada temannya, orangtua, dan orang-orang disekitarnya. Orangtua harus bisa memberikan kendali terhadap ekspresi emosi anak, dan menuntunnya ke arah yang positif dan bermanfaat.
By: Chairunnisa Dhiee
Don't Miss