Responsive Ad Slot

Ke Purwakarta, Luhut Bersihkan Keramba Ikan dan Resmikan Museum

Rabu, 15 Maret 2017

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Pandjaitan didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, menyaksikan  penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Badan Pengelolaan Jatiluhur dengan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

MoU tersebut berisi kerja sama dalam  hal penertiban dan pembersihan keramba jaring apung karena hal ini diperlukan untuk menjaga kebersihan air di waduk tersebut. 

Didampingi Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Menko Luhut melakukan kunjungan ke waduk Jatiluhur untuk melihat kegiatan pembersihan keramba ikan di sana.  Dalam kunjungan ini, Menko Luhut melihat langsung kondisi waduk yang sempat bermasalah karena hama eceng  gondok dan keramba apung.

"Di Jatiluhur tahun ini sudah dibersihkan 15 ribu karamba. Mudah-mudahan bisa membawa air lebih bagus," kata Menko Luhut.

Ia menekankan akan pentingnya kerja sama yang terintegrasi dalam memelihara  kebersihan dan pengelolaan Jatiluhur.

"Memang harus dirapikan. Tidak hanya di sini, tetapi juga harus sampai di puncak dan gunungnya, sungainya. Cirata dan Saguling itu juga harus menjadi satu kesatuan, tidak bisa hanya Jatiluhur saja. Kalau sungainya tidak ditata, airnya tidak cepat mengalir,  jadinya banjir lagi. Jadi kerja pengelolaan itu mesti terintegrasi. Saya pikir daerah lain yang dilewati sungai yang sama harus bekerja sama. Jadi,  Bupati daerah lain juga harus turut membantu mengelola sungai yang melewati wilayahnya," katanya. 
     
Museum
Pada kunjungan ini, Menko Maritim membuka dan meresmikan Museum Digital Bale Panyawangan Diorama Nusantara.

Menteri Luhut bersama rombongan mengunjungi  museum digital itu yang dilengkapi dengan interactive book yang menyajikan sejarah tatar sunda. Di dalam museum pengunjung bisa membaca dari jarak jauh. 

"Ide dari pak Bupati bikin museum saya kira bagus untuk generasi sekarang dan yang akan datang. Itu banyak menceritakan bagaimana Indonesia. Bagaimana kehebatan kita, bagaimama dunia ini terbentuk dari zaman berapa juta tahun lalu. Idenya baik dan yang paling penting itu ditata dengan baik, tidak asal jadi. Jadi, pantas kami apresiasi," jelas Menko Luhut.‎ (*)
Don't Miss