Responsive Ad Slot

Kementan Raih Penghargaan Public Relation Indonesia Awards 2017

Sabtu, 25 Maret 2017

Kementerian Pertanian (Kementan) menerima penghargaan Public Relations (PR) INDONESIA Awards 2017 kategori media relations tingkat Kementerian dari Majalah PR Indonesia. Hal ini disampaikan pada konferensi dan workshop bertajuk "The Power of Credibilty dan Trust" di Denpasar, Bali, Jumat (24/3). 

Hadir dalam penerimaan penghargaan ini yakni Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Agung Hendriadi, Direktur Utama PT Media PR Indonesia, perwakilan para pimpinan PR lembaga pemerintahan/organisasi/korporasi dan praktisi PR seluruh Indonesia.

Direktur Utama PT Media PR Indonesia, Asmono Wikan mengatakan pemberian penghargaan ini karena telah menempatkan posisi public relations (PR) sebagai posisi penting dan strategis dalam mewujudkan visi misi atau kebijakan dan program maupun capaian kepada masyarakat secara terbuka.

"Kinerja PR diakui dan terbukti memberikan kontribusi signifikan bagi organisasi pemerintah atau korporasi  bahkan bagi bangsa dan negara. Untuk itu jadikan PR di lembaga kita sebagai ujung tombak keberhasilan kebijakan dan program, bukan berada di belakang," demikian disampaikan Asmono.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Agung Hendriadi menuturkan penghargaan yang diraih ini berkat Kementan telah menempatkan posisi Humas dan Informasi Publik sebagai corong atau garda terdepan dalam mengawal, mempercepat dan mensukseskan kebijakan dan program. Bahkan berkontribusi sampai pada mengimplementasikan program pembangunan pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan petani.

"Karena posisi Humas dan Informasi Publik menjadi terdepan, Kementerian Pertanian mampu memperoleh hasil yang menakjubkan yang dianggap mustahil bagi pihak-pihak tertentu dalam meningkatkan produksi pangan strategis. Yakni dalam dua tahun terakhir, produksi 13 komoditas strategis meningkat. Produksi padi dua tahun terakhir naik 8,4  juta ton setara Rp 38,5 trlliun. Selanjutnya produksi jagung naik 4,2 juta ton senilai Rp 15,9 triliun. Besarnya capaian ini tentu dinikmati langsung oleh petani," tutur Agung.

"Capaian-capaian tersebut telah membawa Indonesia untuk mewujudkan kedaulatan pangan yakni tidak impor beras, bawang, dan cabai. Sementara impor jagung turun secara signifikan mencapai 66,6 persen di tahun2016 dan tidak akan impor di tahun 2017," tambah Agung.

Agung menjelaskan pencapaian ini pastinya karena hadirnya Humas dan Informasi Publik yang proaktif dan responsible membangun pemberitaan dan informasi secara terbuka melalui media cetak, online, dan media sosial. Sehingga memberikan semangat bagi semua pihak untuk bekerja keras mengimplementasikan program sesuai target.

"Misalnya, ketika program pertanian biasa-biasa saja dikerjakan, dengan keterbukaan informasi dan penderasan pemberitaan, semua unsur di Kementan dan pihak terkait menjadi terbangun dan tidak lagi bekerja biasa-biasa saja, tapi bekerja keras dan cepat," sambung Agung.

Oleh karena itu, Agung menegaskan peran Humas dan Informasi Publik sangat cepat dalam merespon dan memberikan informasi kepada masyarakat. Masyarakat tidak boleh mengalamin kesulitan dalam menemui Humas.

"Hasilnya, masyarakat menjadi tahu akan kerja nyata pembangunan pertanian selama dua tahun pemerintahan Jokowi-JK dan tidak mudah diasupi berita-berita hoax yang melencengkan fakta kinerja Kementerian Pertanian," demikian tegas Agung.‎ (*)
Don't Miss