Responsive Ad Slot

Wadirut Pertamina Dibuang Saja

Kamis, 23 Maret 2017



Anggota Komisi VII DPR
Eni Maulani menyarankan, posisi oposisi wakil direktur utama (wadirut) di PT Pertamina dihapuskan.
Alasannya, posisi wadirut ber-
potensi menimbulkan tumpang
tindih kepemimpinan di peru-
sahaan.

“Kewenangan wadirut ter-
lalu besar. Kita khawatirkan
di kemudian hari menganggu
proses organisasi di Pertamina.
Bisa menciptakan dua poros
kepemimpinan antara dirut dan
wadirut,” katanya kepada wartawan di Kompleks
Parlemen.

Eni menjelaskan, aturan pe-
rusahaan yang memberikan
keleluasaan kepada wadirut
untuk mengambil keputusan.
Kewenangan itu, kata dia, dia-
tur dalam AD/ART Pertamina
Pasal 11 ayat 19. Yaitu, berbunyi
jika direktur utama berhalangan
hadir, maka wakil direktur utama
bisa menggantikan tugas-tugas-
nya dan kewenangan dengan
mengatasnamakan direksi.

“Kalau Wadirut punya ke-
wenangan kuat kan bisa meng-
ganggu kinerja Dirut. Apalagi
kalau di antara keduanya ada
ketidakpercayaan. Lihat saja
pada masa Pertamina dipegang
Dirut Dwi Soetjipto dengan
Wadirut Ahmad Bambang kerap
terjadi ketidakharmonisan,”
bebernya.

Menurut Eni, Dirut Pertamina
cukup didampingi oleh beberapa
direksi dalam menjalankan roda
organisasi perusahaan. Apabila
ada tugas yang perlu didelegasi-
kan, dirut bisa mendelegasikan
kepada direktur.

“Pertamina perusahaan besar
yang perlu cepat dalam setiap
mengambil kebijakan korporasi.
Jangan sampai karena ada dua
pimpinan yang punya kewe-
nangan kuat pengambilan kebi-
jakan jadi terhambat,” ujarnya.

Ketua Umum DPP Lembaga
Pemberdayaan Masyarakat ini
mengingatkan, berdasarkan
pengalaman yang sudah ada,
jabatan wadirut berpotensi mem-
buat banyak gesekan. Eni opti-
mistis Direktur Utama Pertamina
yang baru Elia Massa Manik
kapabel menjalankan roda peru-
sahaan, tanpa adanya wadirut.

“Pak Elia saya yakin bisa
membawa Pertamina kompak
dalam satu komando. Apalagi
dia sudah ditemani para Direktur
yang sudah sangat berpengala-
man di perusahaan,” kata politisi
Golkar ini.

Eni menyampaikan dalam era
persaingan saat ini, Pertamina
membutuh pemimpin yang
kuat. Sedangkan masalah teknis
pengembangan bisnis bisa di-
serahkan kepada direksi yang
lainnya.

“Pertamina memerlukan orang
yang smart dan powerfull. Kalau
soal teknis dirut bisa dibantu
oleh direktur-direktur yang ada
yang sudah pintar-pintar,” jelas-
nya.
Don't Miss