Responsive Ad Slot

Larang Liputan, Oknum Satpol PP Usir Wartawan

Senin, 17 April 2017

Salah seorang personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), melarang sejumlah wartawan hendak melakukan liputan ditempat Panitia tender proyek di Unit Layanan Pelelangan (ULP) Abdya yang berada di Setdakab setempat, Senin (17/4/2017). 

Oknum Satpol PP yang bernama Heri. S itu mengusir wartawan yang hendak mengambil gambar, sehingga sejumlah wartawan tersebut merasa keberatan karena telah dihalangi profesinya sebagai penyampai informasi kepada masyarakat. 

"Mohon maaf bang, yang berdiri disini mohon ke sana dulu, jangan disini," usir personil Satpol PP itu pada wartawan. 

Karena merasa tidak dihargai, wartawan pun mengatakan pada oknum personil Satpol PP dengan tegas. 

"Kami dari media mau mengambil dokumen", ucap seorang wartawan. 

Tak dapat menerima pernyataan wartawan tadi, oknum personil Satpol PP itu pun memaksa sejumlah wartawan untuk keluar dari lokasi itu. 

"Walaupun dari media, kesana dulu, lewat meja piket tempat yang  sudah ditentukan, jangan didepan ini, hargai kami," ujarnya.

Ternyata, suruhan kepada Heri. S untuk mengusir sejumlah wartawan itu berdasarkan atas perintah dari pihak panitia tender itu sendiri, hal tersebut diakuinya setelah saling adu mulut Heri dengan sejumlah wartawan. 

"Ini perintah dari pihak panitia tender, agar tidak boleh berdiri di depan ruangan", ungkap Heri. 

Pada saat itu juga, oknum personil Satpol PP, Heri, langsung memanggil salah seorang panitia tender untuk keluar, agar dapat membantu mengatasi sejumlah wartawan tersebut, namun panitia tender saat keluar mengakui tidak pernah melarang siapapun yang berdiri didepan ruangan itu

"Disini boleh, asal jangan masuk kedalam dulu karena lagi kita verifikasi berkas," ucap panita

Pantauan sejumlah media dilokasi ULP, sejumlah para rekanan atau para kontraktor yang hendak memasukkan berkas ke ULP yang sudah berada di lokasi, dalam hal ini terlebih dahulu harus menunggu antrian untuk masuk kedalam ruang verifikasi berkas.

Rep: Muhammad Taufik
Don't Miss