Responsive Ad Slot

Aksi Bom Ditenggarai Akibat Memanasnya Suhu Politik

Kamis, 25 Mei 2017



Pengamat sosial Nasir menilai, bom Kampung Melayu yang terjadi pada (rabu 24/05) terjadi bertepatan dengan hari ulang tahun Badan Intelijen Negara (BIN) ke-71 suatu peristiwa yang sangat kebetulan.

Menurutnya, aksi-aksi terror seperti ini terjadi karena situasi politik Jakarta yang belakangan ini memanas. Saling memojokan, adanya tuduhan makar, anti pancasila, serta tudingan yang diarahkan ke ulama serta anti terhadap gerakan islam bisa saja menjadi pemicu insiden bom kampong melayu.

Melihat dari lokasi dan target, pelaku bom bunuh diri menyasar simbol-simbol pemerintah dan Negara, hal ini terlihat dengan tewasnya beberapa anggota polri, serta lokasi pengeboman dilakukan di fasilitas public yakni halte bus transjakarta, ujar Nasir yang pernah balajar di Kajian Stratejik Intelijen Pascasarjana Universitas Indonesia.

Kata dia, kalau di tahun 2000 an aksi bom bunuh diri dilakukan oleh generasi terror yang terlatih, serta memliki perencanaan yang matang dan terencana. Targetnya adalah simbol simbol barat.

"Berbeda dengan saat ini yang yang dilakukan cenderung sporadik, tidak memiliki jaringan yang organik dan targetnya adalah simbol-simbol Negara dan pemerintah," tuturnya.

Don't Miss