Responsive Ad Slot

Bahaya Kalau Rakyat Apatis Terhadap Parpol

Selasa, 30 Mei 2017














Pendekatan sosiologis evolusi Masyarakat dikenal dengan tahapan - tahapan masyarakat kumpulan (Band) setelah itu berevolusi menjadi suku, berevolusi menjadi chiefdoms  kemudian menjadi negara Pristin (negara awal) selanjutnya menjadi negara sekunder dan terakhir menjelma menjadi negara modern.

Kelompok - kelompok dalam masyarakat ini akhirnya mempercayai dan menyerahkan sepenuh  kepada negara untuk memenuhi kebutuhannys. Jadi dalam perspektif  ini terbentuknya negara adalah merupakan kesepakatan dari kelompok - kelompok masyarakat bahwa negara sebagai pelaksana dan menjamin terpenuhinya kebutuhan Fisik dan Non fisik masyarakat.

Yang dituangkan dalam Sistim Politik (Semua peraturan formal), dan dalam menjalankan  Sistim politik yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh masyarakat negara mempunyai ciri yang khas  yaitu memonopoli kekerasan yang memang dalam pelaksanaannya dibatasi oleh Undang-undang.

Dalam kontek inilah  merebak dan menjamurnya kelompok identitas yang didasarkan pada keagamaan dan kedaerahan sebagai konsekuensi belum terakomodasinya kebutuhan fisik dan non fisik masyarakat, maka praktis memilih penyelesaian  untuk tetap survive  dengan cara nya sendiri - sendiri  melalui  kelompok yang sejalan dan sepaham dengan cara pandangnya

Perjanjian bersama antara  negara  dan rakyatnya dalam pemenuhan kesejahteraan dan keamanan dalam pengertian yang luas bahwa negara bukan hanya pemerintah yang sedang berkuasa saja. Tapi juga merupakan tanggung jawab dari seluruh Partai - partai politik yang ada di Indonesia.

Partai politik adalah bagian integral  dari negara, karena tujuan utamanya merealitas kongkritkan apa yang menjadi kemauan seluruh rakyatnya dan tugas parpol adalah melaksanakan dan mengawasi agar tujuan itu tercapai. Melaksanakan dan mengawasi kemauan dari rakyat tentu melalui kader - kader parpol yang duduk di eksekutif dan legislatif  

Merebaknya kelompok Identitas  ditanah Air merupakan "lampu merah"  dan pukulan telak buat partai politik. Dimana secara gamblang dan lugas rakyat tidak lagi mempercayai partai politik  sebagai sarana memperjuangkan segala kebutuhan dan aspirasi mereka. Rakyat telah terbangun dan bisa melepaskan belenggu mimpi buruknya selama ini.

Jargon dan slogan pembela rakyat kecil hanyalah nyanyian surga yang di orkestra kan para politisi menjelang Pilkada, Pileg dan Pilpres belaka, dan rakyat  mencatat ini lubuk hati mereka yang paling dalam.

Tujuan partai  Politik yang sakral telah didegradasi oleh para elit menjadi tujuan kelompoknya saja, maka  kepentingan rakyat bukan prioritas utama parpol.
Memperjuangan aspirasi rakyat hanyalah lips service belaka.

Adanya paksi - paksi dalam tubuh sebuah Partai  membuat kebijakan partai selalu tidak mendapatkan dukungan yang bulat dan ada zero option terhadap lawan politik di dalam tubuh partai politik membuat banyak kader parpol yang dengan mudahnya exodus ke Parpol lainnya .
Kaderisasi sebagai nilai dasar perjuangan partai telah lama diabaikan  parpol  di Indonesia tidak lagi mempunyai roh perjuangan Sakral.

Maraknya korupsi - korupsi yang dilakukan oleh kader - kader partai politik membuat makin jebloknya nilai mereka dihadapan masyarakat. Kondisi seperti ini akan membahayakan kehidupan kita berbangsa   dan bernegara. Jika rakyat telah apatis terhadap partai politik yang merupakan saluran resmi memperjuangkan aspirasinya.

Opini
Oleh: Chairuddin Simatupang
(Anggota Dewan Pakar Partai Golkar)

Don't Miss