Responsive Ad Slot

BFLF Abdya Gotong Royong Menyelesaikan Rumah Nek Biyah

Kamis, 11 Mei 2017

Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya (Abdya), melakukan gotong royong bersama pembangunan rumah Nek Biyah, warga desa Kota Bahagia kecamatan Kuala Batee kabupaten setempat, Kamis (11/5/2017). 

Gotong royong yang kesekian kali tersebut, dalam hal mengerjakan pengecoran lantai, dan selanjutnya pemasangan diding dengan papan yang sudah tersedia, serta juga pengsekatan kamar dengan menggunakan triplek sedekah dari salah seorang warga Abdya. 

Pada kesempatan itu, Aroel, Kabid Kesehatan BFLF Abdya mengatakan bahwa, pengecoran lantai rumah itu dikerjakan secara gotong royong bersama relawan BFLF Abdya dan sejumlah warga setempat. 

Ketika sedang berlangsungnya pengerjaan tersebut, disebutkan Aroel bahwa datang seorang hamba Allah SWT dengan mengantarkan sejumlah bahan untuk kebutuhan pembangunan rumah tersebut. 

"Alhamdulillah ada hamba Allah yang mengantarkan triplek sebanyak 10 lembar, dan cat putih 3 kaleng kecil," sebut Aroel. 

Dikatakannya, walaupun bahan-bahan itu sudah ada, namun ia berharap masih ada para donatur yang lainnya yang bersedia membantu hal tersebut, sebab akuinya masih banyak kebutuhan bahan yang lain belum tersedia. 

"Untuk bahan pelapon kamar tinggal kayu reng ukuran 5x5 meter sebanyak 12 batang, kita berharap masih ada donatur untuk membantu", ucapnya. 

Pantauan Istanapos.com dilokasi, sejumlah relawan BFLF Abdya, tampak bekerja sama menyelesaikan pekerjaan tersebut, pengerjaannya pun hampir mencapai 100 persen. Kegiatan gotong royong itu turut hadir Ketua Pembina BFLF Abdya Muslizar. MT juga merupakan sebagai Wakil Bupati Abdya terpilih, Harmansyah dan Kamaruzzaman sebagai pembina BFLF Abdya, serta sejumlah relawan BFLF lainnya. 

Serta, pada saat telah menyelesaikan pengecoran tersebut dan hendak makan siang bersama yang merupakan sediaan relawan BFLF Abdya, salah seorang relawan, Ardy ditemani wartawan media ini menjemput Nek Biyah ditempat tinggalnya saat ini. Tak jauh dari lokasi rumah yang lagi dibangun tersebut, berkisar sekitar seratus meter Nek Biyah tinggal disebuah gubuk dengan terlebih dahulu harus melintasi semak-semak belukar.

Pengakuan Nek Biyah, ia tinggal di gubuk itu selama empat tahun lebih, tanpa orang lain. Namun, walaupun tinggal digubuk seperti itu, semangat Nek Biyah dalam hal berkebun sangat tinggi, biarpun dalam kondisi badan lemah dan tak bertenaga. 

"Nek Biyah tidak ingin menyusahkan orang lain," ungkap Ardy saat menuju gubuk Nek Biyah. 

Nek Biyah, wanita tua itu saat ini masih tinggal digubuk kecil bekas kandang kambing milik warga setempat. Gubuk 2x2 meter itu berdinding dari anyaman daun kelapa, dan lantai beralaskan kayu serta memiliki atap dari daun rumbia yang sudah mulai busuk, sehingga atap itu terpaksa dilapisi dengan seng bekas dan plastik-plastik bekas. 

Kini, rumah Nek Biyah yang dimotori BFLF Abdya tersebut hampir rampung, dan Nek Biyah akan menempatinya ketika setelah selesai pengerjaan nanti, pembangunan rumah kaum duafa itu dengan tema "Rumahmu, Amal Ibadahku" berkat bantuan para donatur dari warga Abdya. BFLF Abdya berharap masih banyak para donatur lainnya agar bersedia membantu kaum duafa lainnya, serta pihak pemerintah dapat memperhatikan hal demikian, dan juga pemberian bantuan rumah untuk lebih tepat sasaran. 

Rep: Muhammah Taufik
Don't Miss