Responsive Ad Slot

Harga Ayam Potong Melejit, Pemerintah Abdya Diharap Sesuaikan Harga Standar

Kamis, 25 Mei 2017

Menjelang meugang (tradisi di Aceh) menyambut bulan suci Ramadhan, tradisi yang telah menjadi turun temurun, pada saat itu masyarakat di Aceh tak terkecuali Aceh Barat Daya (Abdya). Tradisi memasak mempersiapkan makanan untuk berekreasi bersama keluarga ditempat-tempat wisata. 

Hal tersebut masih saja terjadi hingga saat ini, warga Abdya yang kurang mampu dengan segenap daya-upaya masakan daging tersedia. Paling tidak daging ayam jika tak mampu membeli daging kerbau atau sapi, hal ini tetap di usahakan demi keluarga di rumah. 

Namun, bak seperti sudah lazim, pada saat menjelang meugang, harga daging melonjak drastis, dengan dalih pedagang mahalnya modal saat pembelian. Sehingga, warga yang menjadi korban penekanan harga seperti itu. 

Harga ayam misalnya, sehari-hari harga ayam potong ini berkisar Rp. 45-Rp. 50 ribu per ekor, akan tetapi jelang meugang puasa kali ini, harga ayam potong mencapai Rp. 70 ribu per ekor, alasan pedagang ayam, harga yang dibeli juga memuncak.

Hal tersebut diakui pedagang ayam dikomplek PPI Ujong Serangga desa Padang Baru kecamatan Susoh kabupaten Abdya, Samsul (37), Rabu (24/5/2017). 

"Biasanya kalau masih lama puasa naik hanya Rp 2.000 sampai Rp 3.000 saja per ekor. Tapi sekarang sudah naik Rp 10 ribu di semua ukuran," ucapnya pada media. 

Bagi warga yang tidak mampu membeli daging kerbau atau sapi, warga cukup membeli ayam jika harga masih normal seperti harga biasanya. Namun yang terjadi, warga diwajibkan berhadapan dengan keadaan saat ini. 

Hal senada diungkapkan Jais, pedagang ayam potong dalam kawasan pasar Blangpidie ini mengatakan harga ayam saat ini memang melonjak, ia menjual ayam potong Rp. 5000 lebih tinggi dari harga biasanya. 

Naiknya harga, bukan saja berlaku pada ayam potong, namun kenaikan harga juga terjadi pada ayam Ras. Ayam jenis ini dijual para pedagang dipasar ini dengan harga Rp 45.000 perekor dari sebelumnya dijual Rp 40.000 ribu.

Pedagang mengaku kenaikan harga dipicu lantaran stok ayam dagangan mereka itu dipasok dari Banda Aceh dengan harga lebih tinggi ketimbang harga pasokan dari Medan Sumatra Utara jadi harga jual juga naik.

"Stok dari Banda Aceh, harga lebih mahal. Sebelumnya pasokan dagangan kami dari Medan harga lebih murah," kata Jais, salah satu pedagang ayam di pasar Blangpidie, Rabu 24 Mei 2017.

Tambahnya, meski demikian tingkat penjualan menjelang Meugang ini tidak mengalami penurunan. Kenaikan harga ayam potong di semua ukuran tembus sampai Rp 10 ribu, diketahui karena memang sejumlah pedagang membeli ayam potong di tingkat peternak dengan harga yang juga terbilang mahal.

"Tidak menutup kemungkinan juga tahun ini akan naik seperti tahun lalu. Apa lagi kalau di tingkat peternak memainkan harga," tambahnya.

Muhammad Taufik
Don't Miss