Responsive Ad Slot

Ketua MUI dapat Gelar Profesor Ekonomi Mu'amalat Syari'ah. Khofifah: Beliau Pakar di Asia

Kamis, 25 Mei 2017

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan K. H. Ma'ruf Amin merupakan Ulama Fiqih Ekonomi terkemuka di Asia. 

"Hal ini tampak dari kepakaran dan keilmuan beliau sehingga mendapat gelar Profesor di bidang Ilmu Ekonomi Muamalat Syari'ah pada Fakultas Syari'ah, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang," kata Khofifah usai menghadiri acara penganugerahan gelar Guru Besar K.H. Ma'ruf Amin di Aula Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Rabu (24/5). 

Khofifah mengungkapkan K.H. Ma'ruf Amin merupakan pionir dalam ekonomi muamalat syariah. Buku-buku karyanya memberi banyak sumbangan pemikiran dalam ekonomi syariah di negeri yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam.

"Beliau adalah seorang ulama besar yang dimiliki bangsa ini. Menurut Kyai Hasyim Muzadi belum banyak ulama fiqih yang memiliki kepakaran mendalam di bidang ekonomi syariah sekelas beliau, bahkan di tingkat Asia," paparnya.  

Mensos mengatakan K.H. Ma'ruf Amin mendudukan posisi ekonomi syariah di tengah derasnya ekonomi konvensional di dalam negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Beliau tidak mengharamkan ekonomi konvensional tetapi menggabungkan dengan ekonomi syariah secara dinamis dan tepat posisi. 

Khofifah mengungkapkan pemikiran-pemikiran K.H. Ma'ruf Amin di bidang ekonomi syariah bukan formalisasi ekonomi yang mengatasnamakan Islam yang menghatamkan ekonomi konvensional atau ekonomi kapitalis, tetapi mengisi kekosongan metodologis bagaimana mengisi nilai islam di dalam ekonomi konvensional.  

"Beliau tidak mendestruksi yang lama (sistem ekonomi konvensional) tetapi merekonstruksinya sehingga menjadi sistem yang lebih baik," katanya. 

Seperti diketahui Prof. Dr.(H.C.) K.H. Ma'ruf Amin mendapat gelar Guru Besar bidang Ilmu Ekonomi Muamalat Syari'ah pada Fakultas Syari'ah, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Rabu.

Dalam orasinya K.H. Ma'ruf Amin mengungkapkan ekonomi syariah merupakan sektor yang sangat potensial sebagai variabel menciptakan kesejahteraan di Indonesia dan memiliki efek berantai yang sangat positif bagi bergeraknya sektor lainnya. 

"Indonesia merupakan pasar potensial bagi tumbuh kembang ekonomi syariah. Saat ini kondisi perekonomian Indonesia dinilai bagus. _Gross Domestic Product (GDP)_ Indonesia diproyeksikan masuk lima besar dunia dalam beberapa tahun ke depan," tuturnya. 

Namun demikian masih ditemukan kendala-kendala tumbuhnya ekonomi syariah, di antaranya masalah permodalan dan belum kompetitifnya lembaga keuangan dan bisnis syariah dalam memberikan pelayanan pada nasabah.

Untuk itu, lanjutnya, penguatan fungsi Dewan Syariah Nasional (DSN) sebagai bagian MUI perlu dioptimalisasi untuk menggerakkan ekonomi Islam di Indonesia.

Mensos mengungkapkan fatwa DSN-MUI yang dirumuskan dengan menggunakan terobosan dan solusi fiqih selama ini menjadi pemicu yang menimbulkan efek berantai, baik dari sisi peraturan perundang-undangan, terbentuknya kelembagaan di instansi pemerintah sebagai regulator, terbentuknya lembaga keuangan dan bisnis syariah beserta seluruh jaringannya dan masyarakat madani sehingga akhirnya membentuk arus dan era baru ekonomi syariah di Indonesia. 

Pengukuhan K.H. Ma'ruf Amin dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. (*)
Don't Miss