Responsive Ad Slot

Prihatin Pembunuhan Anak di Abdya, KPPA Imbau Pengawasan Berbasis Kawom

Kamis, 18 Mei 2017

Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Aceh (KPAA) Firdaus D. Nyak Idin mengimbau masyarakat mengubah pola pengawasan dan perlindungan terhadap anak. Agar peristiwa pembunuhan sadis yang menewaskan dua anak dan satu lansia, yang kemarin terjadi di Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya tidak terulang.

Firdaus meminta agar masyarakat membangun kembali sistem pengasuhan komunal berbasis gampong. Ia meyakini dengan cara ini, potensi kejahatan terhadap anak bisa dicegah secara lebih signifikan.

"Sebagaimana adat kebiasaan Aceh sejak zaman dulu yang menganggap anak di wilayahnya adalah anak bersama. Pengasuhan bukan saja dilakukan oleh keluarga tetapi juga oleh masyarakat sekitar atau kawom," cetusnya dalam rilis yang diterima istanapos.com.

Menurut dia,‎ peristiwa pembunuhan sadis terhadap dua anak dan satu lansia itu sangat memprihatinkan. Ia meminta agar pihak penegak hukum dapat segera mengusut tuntas kasus tersebut.

"Apabila pelakunya diketahui adalah orang dewasa, agar diberi hukuman setimpal dan berlapis kepada pelaku. Berdasarkan KUHP, UU Perlindungan Anak maupun UU lain yang terkait," harapnya.

Selain itu, Ia juga mengimbau ‎pemerintah agar terus secara konsisten melanjutkan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat terkait perlindungan terhadap anak.

"Pembinaan, pendidikan dan pendampingan kepada masyarakat terutama terkait dengan upaya perlindungan terhadap anak dan perempuan itu sangat penting untuk menurunkan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan‎," tutupnya. (*)




Don't Miss