Responsive Ad Slot

Kadis Pertanian Bantah Abdya Langka Pupuk Subsidi

Rabu, 14 Juni 2017

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Muslim Hasan membantah terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi di kabupaten tersebut, alasannya, pupuk bersubsidi itu hanya diperbolehkan untuk petani yang masuk didalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), Rabu (14/7/2017).

Menurutnya, petani yang hendak mendapatkan pupuk bersubsidi pemerintah merupakan yang sudah masuk RDKK, adapun RDKK tersebut pengakuannya, data nama-nama petani yang menjadi referensi pengecer dalam hal mengeluarkan pupuk kepada petani. 

"Yang dapat diberikan itu kepada yang masuk RDKK, makanya mungkin dianggap langka," ungkap Muslim Hasan. 

Selanjutnya, Kadis Pertanian dan Pangan itu juga mengatakan, pupuk subsidi pemerintah tersebut hanya 30 persen dari total keseluruhan luas sawah di Abdya, pasokan pupuk bersubsidi untuk kabupaten Abdya sebanyak 5.934 ton pada tahun 2017, yang diberikan pemerintah pusat, namun akuinya, pupuk itu tak pernah habis, yakni karena petani tidak membeli pupuk tersebut. 

"Banyak masih petani kita yang tidak menggunakan pupuk, lebih memilih alami," ucapnya. 

Menyangkut harga pupuk subsidi yang dipermainkan oleh oknum pengecer resmi di Abdya, Kadis Pertanian Muslim, dengan tegas mengatakan hal tersebut tidak boleh terjadi, sebab, pemerintah telah menetapkan harga pupuk bersubsidi sesuai harga eceran tertinggi (HET). 

"Harga sudah ditetapkan pemerintah, tidak boleh lebih dari itu," tegas Muslim. 

Selanjutnya, Muslim juga mengakui bahwa pengecer-pengecer resmi di Abdya menjual pupuk subsidi diatas HET, yaitu seperti pupuk NPK Phonska, sepatutnya pengecer hanya mengikuti HET Bupati, yaitu paling tinggi Rp. 115 ribu per sak (50 kg), tapi yang terjadi, pengecer mencapai Rp. 130ribu hingga Rp. 160ribu per sak. 

"Kami akan panggil distributor dan pengecer, kenapa harga bisa lebih mahal, ini tidak boleh terjadi," katanya. 

Muhammad Taufik

Foto: Ilustrasi
Don't Miss