Responsive Ad Slot

Ini Gunanya Aplikasi Siskeudes untuk Operator dan Bendahara Desa

Rabu, 09 Agustus 2017

Sebanyak 42 peserta yang tergabung dari operator dan bendahara gampong (desa), dalam kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mengikuti pelatihan penggunaan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), di Aula kantor camat setempat, Rabu (9/8/2017).

Kegiatan pelatihan sistem menggunakan aplikasi terhadap penggunaan dana desa, yang berlangsung selama dua hari yakni Rabu dan Kamis (9-10/8), dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMP4) Abdya, Ruslan Adly.

Kadis DPMP4 Abdya Ruslan Adly didampingi camat Kuala Batee Drs. Yusan Sulaidi mengatakan, bahwa pentingnya pelatihan kepada operator dan bendahara ini, karena penerapan pengelolaan dana desa kedepan tak lagi secara manual, melainkan penerapan nya menggunakan aplikasi secara online.

Sebab, akuinya, penerapan sistem pengelolaan dana desa menggunakan aplikasi tersebut, sesuai dengan himbauan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI nomor : B. 7508/01-16/08/2016,tentang terkait pengelolaan keuangan desa/dana desa, yang dikembangkan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan bekerjasama dengan Menteri Dalam Negeri RI.

"Diwajibkan kepada bendahara dan operator mampu menggunakan aplikasi ini, demi terciptanya transparansi dan akuntabel penggunaan dana desa, "ucap Ruslan Adly.

Lebih lanjut, Kadis Ruslan juga menyampaikan, pelatihan tersebut biayanya dibebankan kepada desa yang bersangkutan, serta pemateri pelatihan tersebut tim dari dinas DPMP4 Abdya dan Tenaga Ahli (TA) bidang pemberdayaan kabupaten Abdya, juga ia menyampaikan bahwa pelatihan ini akan dilaksanakan seluruh kecamatan di Abdya.

"Dan untuk kecamatan lain juga sudah dijadwalkan acaranya, " katanya.

Sementara itu, Said Fahmi Pendamping Desa (PD) kecamatan Kuala Batee mengatakan, pelatihan Siskeudes tersebut dilakukan agar operator dan bendahara mampu menyelesaikan laporan penggunaan dana desa dengan menggunakan aplikasi ini, sehingga laporan penggunaan dana tak lagi terjadi perbedaan antara Keuchik, operator dan bendahara.

"Dan, diharapkan desa tidak lagi bergantungan pada pihak lain membuat laporan Pertanggungjawaban, apalagi dengan sistem aplikasi ini, " terang Said.

Selaku pendamping dalam kecamatan tersebut, ia bersama rekan lainnya akan bekerja mendampingi Pendamping Lokal Desa (PLD) dan desa di wilayah tugasnya tersebut dengan penuh tanggung jawab, sehingga persoalan di desa dapat diminalisirkan.

"Tegas itu penting, tapi yang paling penting bagaimana desa itu harus benar-benar mandiri, " ucapnya.


Muhammad Taufik
Don't Miss