Responsive Ad Slot

Pangkas Dwelling Time, Mentan Sepakat Lembaga Karantina Digabung Satu Atap

Rabu, 06 September 2017

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mendorong pembentukan Badan Karantina Nasional dipercepat. Agar dwelling time atau waktu proses bongkar muat di pelabuhan bisa dipangkas.

Selama ini, proses karantina dilakukan terpisah melalui beberapa Kementerian dirasa kurang efesien. Birokrasinya terlalu gemuk. "Jangan birokrasinya terlalu gemuk, membuat sulit untuk bergerak," kata Amran usai memberikan kuliah umum di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Rabu (6/9).

Karena itu beberapa waktu lalu, Komisi IV DPR memberikan tenggat waktu empat bulan kepada Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), serta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk melakukan konsultasi dengan Presiden dan mengambil keputusan tentang penggabungan Iembaga karantina.

Hingga saat ini, Amran mengaku pihaknya sudah tanda tangan dan sepakat dengan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) untuk mengintegrasikan proses karantina.

"Ini insyaAllah kita akan dorong, itu ada namanya Badan Karantina Nasional. Kami sudah dengan Menteri PAN, tanda tangan sama-sama sepakat. Draft nya sudah selesai, doakan semoga bisa selesai dengan cepat," harapnya.

Amran berkeyakinan, integrasi kelembagaan karantina tidak akan menemui masalah. Justru penggabungan lembaga karantina dalam satu atap dapat mempercepat waktu layanan menjadi lebih pendek. Dibandingkan sistem selama ini yang masih memisahkan nomenklatur komoditi perikanan dan komoditi pertanian dalam database yang berbeda. 

"InsyaAllah nggak. Malah itu lebih mudah, jadi satu atap," terang Amran.

Pemisahan nomenklatur karantina selain memperpanjang waktu bongkar muat yang lama, juga menyebabkan pembengkakan biaya logistik yang sangat besar. Karena itu, penggabungan lembaga karantina kata Amran dapat mempendek dwelling time.

"Nah kita ini perintah bapak Presiden dwelling time nya harus rendah. Nah salah satunya karena kita ini tidak satu atap. Nah sekarang kita sudah satu atap," tambahnya.
Don't Miss