Responsive Ad Slot

Tur Diplomasi Menlu Retno Dipuji Komisi I DPR

Jumat, 15 September 2017

Anggota Komisi I Fraksi PPP Syaifullah Tamliha mengapresiasi upaya diplomasi Menlu Retno Marsudi dalam membantu penyelesaian konflik pemerintah Myanmar dan muslim Rohingya.

"Kita perlu berikan apresiasi pada Menlu dan jajarannya yang saya kira melakukan pekerjaan yang tepat. Saya kira langkah politik kita sudah tepat, itu patut kami apresiasi," ujarnya di Jakarta.

Menurutnya, upaya Menlu menggolkan program bantuan kemanusiaan untuk etnis Rohingya telah berhasil dilakukan. Hal ini setidaknya sedikit meringankan beban muslim Rohingya yang tertindas.

"Saya kira bantuan kemanusian itu langkah tepat dan langkah cepat untuk penyelesaian jangka pendek. Namun kalau konflik kemanusiaan di Rakhine, saya kira tak cukup hanya dengan bantuan kemanusiaan saja," katanya.

Syaifullah mendorong Menlu Retno juga mencari solusi jangka panjang untuk menyelesaikan krisis Rohingya. Sebab, dari informasi yang didapatnya, diketahui masalah di Rakhine yang berujung kekerasan terhadap etnis Rohingya juga terkait dengan masalah geopolitik.

"Setelah pendekatan kemanusiaan, dibutuhkan pendekatan untuk menyelesaikan konflik kekerasan, SARA. Bila konflik karena masalah geopolitik kita juga perlu mencari akar permasalahannya," ujarnya.

Syaifullah menyampaikan apresiasi atas keberanian Menlu melakukan diplomasi bertemu pemimpin Myanmar Aung Suu Kyi, lalu dubes kita di Bangladesh juga. "Harapan kita, ada sentuhan para ibu di sini untuk handle permasalahan," urainya.

Wakil rakyat asal Kalimantan Selatan ini juga memuji apa yang dilakukan Menlu menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri dan Menlu Bangladesh. Lalu juga melakukan komunikasi dengan Koffi Anan, Menlu Turki dan Sekjen PBB.

Selain itu, Menlu, juga menjalin komunikasi dengan pihak lainnya seperti dengan Menlu Belanda, Menlu Iran, Menlu Inggris, Menlu Australia untuk krisis kemanusian di Rakhine State yang menimpa masyarakat Rohingya ini.

"Tur diplomasi Menlu ini sangat positif. Ide beliau merangkul banyak pihak dari dunia internasional merupakan hal yang maju. Kemampuan diplomasi Menlu patut diacungi jempol," pungkasnya.

Diketahui, ada beberapa hal strategis yang diperjuangkan Menlu Retno dalam kasus Rohingya, yakni mengembalikan stabilitas dan keamanan, menahan diri secara maksimal, tidak menggunakan kekerasan, serta memberikan perlindungan kepada semua orang di Rakhine State tanpa memandang suku dan agama.
Don't Miss