Responsive Ad Slot

Begini Respon Janda Saat Sawahnya Secara Gratis Dibajak Bupati Akmal

Rabu, 18 Oktober 2017

Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim, SH, melakukan bajak sawah gratis perdana milik janda miskin yang memiliki anak yatim dalam kabupaten setempat, bajak sawah gratis ini Bupati Akmal gelar milik janda miskin, Rosmawati (40) warga desa Gudang kecamatan Blangpidie, Rabu (18/10/2017).

Bajak sawah gratis yang diperuntukkan khusus kepada janda miskin yang memelihara anak yatim ini sudah pernah di informasikan oleh Bupati Abdya, Akmal Ibrahim sepekan terakhir melalui akun facebook nya pada tanggal 8 Oktober 2017.

"Kawan-kawan, program ini terlaksana dengan skema sebagai berikut; Traktor ditanggung oleh pemerintah, gaji operator dan minyak ditanggung oleh sahabat-sahabat saya yg bersedekah. Sampai saat ini, uang sedekah yg sudah terkumpul sekitar Rp 6 juta lebih," sebut Bupati Abdya, Akmal Ibrahim.

Data sawah milik janda miskin ini pun sudah mulai masuk kepada nya. Kegiatan amal sedekah tersebut dilakukannya dengan membuka ruang bersedekah kepada masyarakat Abdya yang memiliki kemampuan lebih, dari sedekah itu akan digunakan untuk membayar honor operator traktor dan untuk pembelian bahan bakar.

"Khusus teman ragam dan komunitas, boleh inbok saya. Kalau ada yang bohong, akan saya doakan semoga yang bohong itu, dikutuk secara nyata oleh Allah," ungkap Bupati Akmal Ibrahim, seraya berharap kejujuran kepada relawan dalam hal memberikan data tersebut kepadanya.

Sementar itu, janda miskin, Rosmawati (40), merasa sangat bersyukur dan bahagia dengan kepedulian pemimpin saat ini, pasalnya, selama ini janda yang memiliki tiga anak yatim tersebut harus mengeluarkan receh untuk kebutuhan bajak sawah saat musim tanam tiba.

"Alhamdulillah dan terima kasih banyak atas bantuan pak bupati, berkat doa anak yatim semoga beliau (Bupati Akmal) dimudahkan rezeki oleh Allah, dan pak bupati sehat selalu," kata Rosmawati dengan penuh syukur dan bahagia.

Ibu dari tiga putra putri yang masih dibangku pendidikan ini, sejak ditinggal suami dua tahun silam menghadap sang Khalik, ia terpaksa menjadi tulang punggung keluarga menggantikan sang suami demi menafkahi anak-anak nya yang masih membutuhkan perhatian orang tua.

"Sejak suami meninggal dunia, saya harus bekerja keras. Sawah ini saya gadai sejak tahun 2015 lalu dari warga disini, dari hasil sawah ini lah kami hidup, terkadang saya juga harus menjadi buruh kasar demi memenuhi kebutuhan sehari-hari," ungkap nya.

Penuh harapan, Rosmawati salah satu janda miskin di Abdya ini, agar pemerintah setempat terus peduli terhadap nya dan orang lain yang tidak mampu, sebab, akuinya selama ini belum pernah mendapatkan perhatian serius dari pemerintah Abdya seperti saat ini.

"Harapan saya rasa perhatian pemerintah seperti saat ini benar-benar dijalankan, karena selama ini kami belum pernah mendapatkan nya, semoga pak Akmal selalu dimudahkan jalan oleh Allah SWT, Amin," tutup Rosmawati. 

MUHAMMAD TAUFIK
Don't Miss