Responsive Ad Slot

Pengelola BUMG Dituntut Mampu Meningkatkan Pendapatan Gampong

Rabu, 18 Oktober 2017

Sebanyak 63 peserta yang berasal dari pengurus Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) se kecamatan Kuala Batee kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dilatih untuk menajamkan pemahaman terhadap pengelolaan lembaga di masing-masing desa tersebut, hal ini dilaksanakan di aula kantor camat Kuala Batee, Selasa (17/10/2017).

Pelatihan tersebut dilaksanakan dalam rangka menjadikan desa yang mandiri, sebab, anggaran dana desa yang dikucurkan langsung oleh pemerintah pusat kepada desa, diharapkan desa mampu berinovasi sendiri, dengan adanya inovasi-inovasi baru yang tumbuh di desa, penghasilan asli desa akan semakin meningkat.

Hal ini dikatakan Saed Fahmi, selaku pendamping pemberdayaan di kecamatan Kuala Batee, di sela-sela pembukaan acara pelatihan pengelola BUMG oleh camata setempat.

"Mampu atau tidaknya desa untuk mandiri, tergantung bagaimana cara pengelolaan BUMG tersebut, karena dana desa ini dituntut kedepan desa tersebut mampu untuk mandiri," kata Saed Fahmi.

Pengelola BUMG yang dilatih ini diharapkan mampu menyerap apa yang disampaikan oleh pemateri, pasalnya, kepada ketiga pengurus yakni ketua, sekretaris dan bendahara BUMG desa, dapat meningkatkan pendapatan gampong dengan memanfaatkan aset-aset desa yang selama ini belum produktif.

"Kita berharap kepada pengelola BUMG ini mampu meningkatkan pendapatan asli gampong. Jadi, yang disampaikan oleh pemateri bisa diterapkan di gampong masing-masing," harapnya.

Saed juga menjelaskan, dari sebanyak 63 peserta tersebut, diberi pelatihan selama empat hari yang terbagi kedalam dua gelombang, hal ini dilakukan demi menjadikan pelatihan yang efektif dan efisien kepada peserta.

"Peserta pelatihan sebanyak 63 orang, kita latih dalam dua gelombang, karena jika diadakan satu gelombang sangat tidak efektif, kita menginginkan peserta dapat menyerap dengan maksimal," jelas Saed.

Sedangkan biaya pelatihan tersebut dibebankan kepada masing-masing desa, dengan menggunakan dana desa yang sudah dimasukkan dalam perencanaan gampong, tentunya kepada peserta pelatihan harus serius mengikutinya, dan dituntut untuk mampu menerapkan nya di desa.

"Anggaran biaya pelatihan dibebankan kepada masing-masing desa, jadi, peserta harus serius mengikutinya," sebut Saed Fahmi.

MUHAMMAD TAUFIK
Don't Miss