Responsive Ad Slot

Rayu Anak Muda Tanam Jagung, Bupati Akmal: Lahan, Bibit dan Biaya Pengolahan Tanah Gratis!

Sabtu, 14 Oktober 2017

Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim, SH, menyambut baik keinginan pemuda Abdya yang tergabung kedalam komunitas Pemuda Teman Akmal (PeTA) untuk meningkatkan kemampuan ekonomi pemuda dan masyarakat.

Komunitas relawan pemenangan pasangan Akmal Ibrahim- Muslizar. MT saat pilkada lalu ini, bertekad ingin memanfaatkan program pemerintah pusat dan Abdya tentang penanaman jagung, namun, hal tersebut terdapat banyak kendala, sehingga sejumlah pemuda dari PeTA ini mendatangi Bupati Abdya Akmal Ibrahim, di kantor Markisa, desa Geulima Jaya, Susoh, Jum'at (13/10/2017), guna meminta arahan yang tepat dari bupati.

Plan yang ditawarkan pemuda ini pun langsung direspon positif oleh Bupati Akmal, sehingga Akmal menyarankan kepada pemuda tersebut untuk membentuk kelompok tani, guna lebih mudah untuk di perhatikan oleh pemerintah.

Sokongan Bupati Akmal Ibrahim untuk pemuda itu pun membuat galak tawa sejumlah pemuda yang hadir, sebab, Bupati Akmal tak sekadar menyarankan pembentukan kelompok tani, namun, Akmal juga mempersilakan menggunakan lahan kosong, dengan status pinjam pakai milik pemkab Abdya di kecamatan Babahrot lokasi bangunan BBU.

"Bagus sekali, lahan nya pakai saja lokasi BBU di Babahrot, bibit pun sudah ada, bila perlu untuk pengolahan tanah kita kasih gratis," ungkap Bupati Akmal, hingga membuat sejumlah pemuda tambah semangat.

Akmal yang hobi sebagai petani ini pun mengatakan, komoditi jagung tersebut dalam waktu dekat sangat tinggi kebutuhan di Abdya, sebab, perusahaan pabrik pembuatan pakan ternak akan berdiri di Abdya, sehingga jagung sebagai bahan jelas sangat dibutuhkan.

"Apalagi kedepan sudah ada pabrik pembuatan pakan, bahan nya juga dari jagung," kata Akmal.

Ide pemuda menjadi petani jagung ini dan tanggap dari pemerintah yang sangat luar biasa, membuat kobaran semangat pemuda tak menunggu esok, nama kelompok tani pun langsung muncul saat itu pula dari seorang Akmal, nama tersebut disesuaikan Akmal dengan pemuda di dalam komunitas PeTA yang umumnya belum menikah.

"Nan kelompok Muda Mita Jeulame, cocok? (Nama kelompok muda mencari mahar, apa cocok?)," usul Akmal dalam bahasa Aceh, dan langsung disetujui oleh pemuda PeTA saat itu pula.

Dan, kelompok tani jagung "Muda Mita Jeulame" (MMJ) disimpulkan menjadi sebuah kelompok tani baru di Abdya di antara kelompok lainnya, serta menganggkat Kamaruzzaman sebagai ketua kelompok.

Pantauan IstanaPos.com disana, sejumlah pemuda yang menjumpai Bupati Abdya Akmal Ibrahim, yaitu Dewan Penasehat PeTA, Kamaruzzaman, Ketua DPD Pospera Abdya, Harmansyah, Koordinator PeTA kabupaten, Jusnazar dan seluruh koordinator kecamatan se Abdya.

MUHAMMAD TAUFIK
Don't Miss