Responsive Ad Slot

YARA Cium Kejanggalan Penanganan Kasus Penganiayaan Sopir Angkutan Umum oleh Oknum Polisi

Minggu, 22 Oktober 2017

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Barat Daya (Abdya), menduga Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat Daya tidak serius dalam menangani kasus penganiyaan yang dilakukan oleh oknum Polisi Lalu Lintas (Polantas) dari jajaran Polres setempat, terhadap sopir angkutan umum (labi-labi) Kota Blangpidie, pada tanggal 18 April 2017 lalu.

Berdasarkan Peraturan Kepala Kepolisian RI No. 12 Tahun 2009 tentang Pengawasan dan Pengendalian Penanganan Perkara Pidana di Lingkungan Kepolisisan Negara Republik Indonesia, Pasal 31, menyebutkan batas waktu penyelesaian perkara dihitung sejak diterimanya Surat Perintah Penyidikan meliputi, selama 120 hari untuk penyidikan perkara sangat sulit, kemudian 90 hari untuk penyidikan perkara sulit, dan selama 60 hari untuk penyidikan perkara sedang, serta selama 30 hari untuk penyidikan perkara mudah.

Kasus ini sudah berjalan kurang lebih enam bulan sejak hal tersebut dilaporkan YARA Abdya kepada Reskrim Polres setempat, namun, pelaku penganiaan hingga kini masih melenggang bebas, yakni tanpa penahanan pelaku, malah, ironisnya lagi, pelaku diberikan jabatan disalah satu Polisi Sektor (Polsek) di kabupaten itu.

"Kami membuat laporan ke Reskrim Polres Aceh Barat Daya, tapi hingga sekarang pelaku tidak pernah ditahan sama sekali, dan juga diberi jabatan pada satu Polisi Sektor (Polsek), seharusnya tersangka itu harus ditahan, bukan malah diberi jabatan," ujar Miswar.

Sebab itu, dengan tidak ditahannya tersangka dan diperkuat lagi dengan diberi jabatan kepada tersangka, maka YARA Abdya menduga Polres Abdya tidak serius menangani oknum anggotanya yang terlibat dalam kasus Pidana Umum, dan Miswar meminta Kapolda Aceh untuk mengambil alih kasus ini.

"Kami YARA Perwakilan Aceh Barat Daya yang bergerak sebagai kuasa hukum korban memberi waktu tujuh hari atau satu Minggu. Kalau dalam satu Minggu kasus ini tidak dilimpahkan ke pengadilan, maka kami akan mengambil langkah untuk menyurati Polda Aceh guna melaporkan bahwa Penyidik Reskrim Polres Aceh Barat Daya tentang hal ini, dan kami juga akan menyurati Mabes Polri atas jabatan tersangka yang diberi jabatan pada salah satu Polsek tersebut," ungkap Ketua YARA Abdya, Miswar, SH dalam rilis yang diterima IstanaPos.com, Minggu (22/10/2017).

Dengan berlarut-larutnya kasus ini membuktikan bahwa, Kapolres Abdya dianggap tidak mampu menyelesaikan kasus tersebut.

"Kami menduga Kapolres Abdya memang tidak mampu menyesaikan kasus-kasus yang berhubungan dengan Korps. Dan Kapolres juga belum bisa melepaskan diri bahwa hukum harus ditegakkan untuk siapapun, tidak pandang siapa pelakunya," tegas Miswar, Kuasa hukum korban penganiaan yang dilakukan oleh oknum polisi yang bertugas di Satlantas Polres Abdya beberapa bulan yang lalu.


Muhammad Taufik
Don't Miss