Responsive Ad Slot

Kasus Pelecehan Seksual Siswi Di Jeumpa Sudah P21

Sabtu, 13 Januari 2018

Berkas perkara pelecehan seksual siswi-siswi MIN di kecamatan Jeumpa kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), yang dilakukan oleh oknum guru agama dinyatakan sudah P21, yakni berkas perkara dinyatakan lengkap, tinggal gelar perkara tahap dua penyerahan tersangka dari penyidik ke jaksa dan siap disidangkan.

Hal ini disampaikan pengacara Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Abdya, Erisman, SH, saat menemui keluarga korban pelecehan seksual terhadap anak, di kecamatan Jeumpa, Abdya, Sabtu (13/1/2018).

"Intinya kasus telah P 21, tinggal gelar perkara tahap 2 sekalian penyerahan tersangka dari penyidik ke jaksa dan siap untuk di sidangkan," ungkap Erisman.

Dalam kunjungan tim P2TP2A Abdya yang di pimpin oleh Erisman menjelaskan kepada pihak keluarga korban bahwa kasus tersebut saat ini sedang di tangani oleh pihak kepolisian Polres Abdya, dan ia meminta kepada keluarga korban agar dapat menahan diri dan bersabar menunggu proses persidangan di pengadilan.

"Pihak pelaku memang sengaja memancing agar kita melawan dengan kekerasan, dan akhirnya muncul masalah baru, jadi kami berharap kita dapat menahan diri," ujar Erisman kepada orang tua korban.

Sebab, sebelumnya pihak keluarga korban mengaku sudah merasa tidak nyaman lagi dengan tingkah keluarga pelaku, selama ini mereka sering mendatangi salah satu ibu korban agar mencabut laporan di kepolisian serta pihak keluarga korban pun kerap mendapatkan ancaman dari keluarga pelaku.

"Kami sering di ancam, dan diminta agar mencabut laporan di kepolisian," ujar ibu korban.

Namun, Erisman tetap meyakinkan ibu-ibu korban agar tidak risih dengan apa yang dilakukan keluarga pelaku, sebab, ia bersama tim P2TP2A Abdya akan berusaha mendampingi korban agar mendapatkan keadilan hukum.

"Yang penting bapak ibu tahan diri, kami akan berusaha memberikan yang terbaik buat anak-anak," ungkap nya.

Selanjutnya, Erisman juga mengatakan akan mendampingi korban atau saksi korban (ibu), untuk datang ke persidangan demi memberikan keterangan sebagai saksi dalam perkara tersebut.

"Kualifikasi kasus atau berkas nya sudah lengkap, jadi pada tahapan penuntuntan di pengadilan nantinya kita juga akan mendampingi korban/ saksi korban (ibu)," ujar nya.

Diberitakan sebelumnya, oknum guru di salah satu madrasah di Abdya tepat di kecamatan Jeumpa, dilaporkan telah melakukan perbuatan asusila terhadap sejumlah siswi-siswi nya saat proses belajar mengajar berlangsung.

Perbuatan yang tidak mencerminkan seorang pendidik ini, sudah berulang kali dilakukan pelaku yang berinisial MH, namun, dapat diketahui ketika beberapa korban melaporkan bejatnya oknum guru itu kepada keluarga nya, bahwa mereka sudah mendapatkan perlakuan yang tidak senonoh oleh gurunya itu.

Kali ini, MH yang berstatus sebagai PNS dan jelang pensiun ini, melakukan perbuatan nya itu terhadap 5 siswi, serta, yang sangat disayangkan tak hanya melakukan pelecehan saja, tapi hal tersebut dilakukan dihadapan semua siswa-siswi dalam kelas tersebut, dan hal ini yang membuat pelajaran yang tidak baik bagi siswa-siswi lainnya.

MUHAMMAD TAUFIK
Don't Miss