Responsive Ad Slot

40 Hari, Ayam "Bupati Akmal" Hasilkan Rp30 Juta, Kok Bisa?

Senin, 29 Januari 2018

Ayam Kampung Unggul Balitbangnak (KUB) yang diuji-coba ternakkan oleh Bupati Aceh Barat Daya, Akmal Ibrahim mulai menunjukkan hasil yang menggiurkan.

Bagaimana tidak? Dalam usia 40 hari, berat ayam kampung melalui perlakuan khusus Bupati Akmal itu sudah mencapai tujuh ons. Atau hampir satu kilogram. 

Merujuk hasil pantauan salah satu agen ayam yang akrab disapa Toke Ubat yang langsung mendatangi kandang per-hari ini, taksiran harga ayam seberat itu bersedia dibeli dengan harga Rp33 ribu per-ekor.

"Istilah jih nyoe manok plah peut. Yum jih ka Rp40 ribu per ekor, tapi di tingkat agen kamo jeut blo Rp33 ribee. (Istilahnya ini ayam belah empat. Harga pasarannya Rp40 ribu per ekor. Tapi di tingkat agen kami mau beli Rp33 ribu per ekor)," kata Toke Ubat, agen ayam wilayah Blangpidie dan sekitarnya ini.




Mendapat taksiran harga per-ekor sebesar itu, hitung-hitungan Bupati Akmal, 2.000 ekor lebih ayamnya yang masih hidup dikalikan Rp33 ribu maka total rupiah yang akan diperolehnya mencapai Rp66 juta dalam waktu 40 hari.

"Padahal jika ditotal, modalnya tidak lebih dari Rp30 juta," ungkapnya pada IstanaPos.com, Senin (29/1).

Rinciannya, modal pertama yang harus dikeluarkan adalah untuk bibit ayam seharga Rp6.000 per-ekor, dikali 2.000 ekor, totalnya Rp12juta.

Pakan ayam yang sudah dihabiskan selama 40 hari mencapai 1 ton 300 kilogram, dengan harga pakan Rp9.000 perkilo, jumlahnya Rp11.700.000. Ditambah gaji karyawan Rp5juta dan vitamin ayam Rp1 juta. Total modal keseluruhan adalah 29.700.000.

"Artinya, keuntungan yang diperoleh peternak ayam kampung KUB ini dalam 40 hari bisa lebih dari 100 persen modal," rinci Bupati Akmal.

"Dengan harga jual segitu, yakni total Rp66juta dikurangi modal sekitar Rp30juta, saya sudah untung 36 juta. Hampir Rp1juta gaji saya dalam sehari," sambung Akmal, sumringah.

Lebih lanjut, Akmal mengatakan bahwa uji coba ini sengaja dilakukan untuk membuktikan langsung seberapa layak dan untung dikembangkan oleh masyarakat yang berpenghasilan rendah.

"Ini sebenarnya juga mimpi saya ketika dipenjara. Bagaimana masyarakat bisa berpenghasilan lumayan dari ternak ayam ini," kenangnya.

Untuk yang bermodal kecil, jelas Akmal, total modal keseluruhan tinggal dikurangi "nol" nya saja. Misalkan, dari modal Rp30 juta, untuk 2.000 ekor ayam, bisa dikurangi satu nol dibelakangnya menjadi 200 ayam dengan modal Rp3 Juta.

"Dengan modal Rp3 juta, bisa menghasilkan gaji bersih sekitar Rp3,6 juta per-40 hari" pungkas Akmal.

Ke depan, modal tersebut bisa dipangkas hingga setengahnya, karena Bupati Akmal rencananya akan memangkas harga bibit ayam dari Rp6.000 menjadi Rp.3.000 per ekor. (*)
Don't Miss