Responsive Ad Slot

Gawat, Sabu 1.8 Ton Bikin Teler Jutaan Penduduk Lho...

Rabu, 21 Februari 2018



Kalangan Komisi III DPR mengapresiasi kinerja aparat gabungan yang berhasil mengungkap temuan kakap narkoba jenis sabu-sabu seberat 1.8 ton di Anambas, Batam Kepri.

"Kita mengapresiasi kerja Bareskrim Polri dan Bea dan Cukai mengungkap temuan sabu seberat 1,8 ton di perairan Anambas, Kepri. Ini temu kakap kedua dalam bulan ini, saya yakin ini adalah bukti keseriusan aparat dalam pemberantasan narkoba yang masuk ke Indonesia," kata anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Al Habsyi di Jakarta, Rabu (21/2).

Namun, Aboe mengingatkan, dua tangkapan ini juga menuntut aparat penegak hukum semakin waspada. Kasus kakap dua tangkapan terakhir memberikan bukti bahwa ternyata selama ini narkoba jenis sabu yang masuk ke Indonesia jumlah sangat banyak, dalam hitungan ton.

"Dengan sabu seberat itu, tentunya bisa membuat jutaan warga kita menjadi teler. Ini indikator bahwa darurat narkoba di Indonesia benar-benar nyata. Harus ada tindakan luar biasa untuk mengatasi kejahatan narkoba ini," ujarnya.

Wakil Ketua Fraksi PKS ini meminta aparat di perbatasan semakin meningkatkan kerja samanya, baik Kepolisian, TNI, Badan Narkotika Nasional ataupun Bea Cukai. Dengan adanya kerja sama yang baik, tentunya pertahanan perbatasan kita juga akan semakin kuat. Hal ini menjadi penting agar kita benar-benar mampu menghalau masuknya narkoba dari jaringan internasional.

"Di sisi lain, saling tukar informasi intelijen juga menjadi kunci kesuksesan operasi seperti ini. Komando yang rapi dari aparat, dengan didikung informasi inteljen yang akurat akan mampu memotong mata rantai distribusi mafia narkoba internasional," ujarnya.

Diketahui, tim gabungan dari Satuan Tugas Khusus Polri, Direktorat Tindak Pidana Narkoba, dan Bea Cukai mengungkap penyelundupan 1,8 ton paket sabu di Batam, Kepri, kemarin. Sabu tersebut diangkut menggunakan kapal berbendera Singapura.
Don't Miss