Responsive Ad Slot

Izin Habis, PT CA "Ngotot" Beroperasi, Afdhal Harap Tragedi Berdarah Tak Berulang

Jumat, 27 April 2018

Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya), Afdhal Jihad, mengungkapkan rasa kekecewaan nya terhadap perusahaan PT. Cemerlang Abadi yang hingga kini masih melakukan penggarapan lahan di kecamatan Babahrot.

Ungkapan ini disampaikan Afdhal Jihad, mengingat pihak manajemen perusahaan tidak menghargai pemerintah setempat, padahal, izin Hak Guna Usaha (HGU) PT. CA telah berakhir pada 31 Desember 2017 lalu. Hal ini disampaikan Afdha Jihad melalui akun Facebooknya, Kamis (26/4/2018).

"Dimana kearifan lokal, ketika Bupati dan DPRK Abdya bersama elemen sipil dan pemangku adat secara tegas menolak perpanjangan izin HGU PT. CA tapi pihak perusahaan masih beraktivitas," ungkap Afdhal Jihad.

Menurutnya, selama 30 tahun izin HGU PT. CA banyak ditemukan dilapangan tidak sesuai lagi sebagaimana ketentuan yang berlaku, sehingga sangat pantas izin HGU nya tidak lagi diperpanjang. Serta, ia melihat manajemen PT. CA saat ini mulai berkilah karena fakta di lapangan menunjukkan perusahaan memang tidak benar.

"Bahkan membuat manuver, seolah - olah ada data dan fakta di lapangan tidak benar dan mencoba membawa keranah yg lain," sebut Afdhal. 

Aktivis mahasiswa '98 ini begitu mengetahui persis sengketa lahan yang dikuasai PT. CA tersebut, dimana, pada saat puncak tragedi antara rakyat dengan pihak perusahaan hingga terjadi tumpahan darah dan malah beberapa ada yang meninggal dunia dari masyarakat.

"Jangan-jangan kita memang tidak berhak untuk mengatur daerah kita sendiri, atau Pemerintah memang senang dengan perlawanan rakyat secara anarkis, semoga tragedi Kuala Batee (dulu Babahrot masih Kuala Batee) tidak terulang," warning nya.

Tokoh Abdya yang diketahui sangat kritis dan bijak ini, berharap kepada pemerintah pusat dalam hal ini Menteri Agraria agar dapat mempertimbangkan yang menjadi harapan masyarakat ini, sebab, selama lahan negara tersebut dikuasai oleh perusahaan, kontribusi kepada daerah dan masyarakat setempat tidak pernah dilakukan.

Selanjutnya, jika lahan tersebut diperuntukkan membuka sawah baru guna dibagikan kepada rakyat miskin, tentu lebih bermanfaat, dari pada dalam penguasaan PT. CA, sehingga, ekonomi masyarakat miskin pun menjadi lebih baik ketika lahan ini menjadi tempat mencari nafkah keluarga.

"Sebagai rakyat Abdya kita selalu mendo'akan semoga perjuangan jalur loby dan prosedural ini mendapatkan hasil yg diharapkan oleh rakyat (Tanah HGU menjadi lahan sawah untuk rakyat miskin). Amin ya Allah," tegas Afdha Jihad, juga sebagai masyarakat Babahrot. (MT)
Don't Miss