Responsive Ad Slot

Jagung Komunitas "Jomblo Cari Mahar" di Abdya Hampir Panen

Senin, 09 April 2018


Sekumpulan anak-anak muda di Kabupaten Aceh Barat Daya menanam jagung secara berkelompok. Anak muda para jomblo tersebut menamai diri Muda Mita Jeuname (MMJ) atau Pemuda Cari Mahar yang digagas oleh Pemuda Teman Akmal (PeTA) hampir mencapai masa panen. Senin 9 April 2018.

Luas Kebun jagung milik MMJ sekitar 2 Ha tersebut berlokasi di lahan BBU Gampong Alue Peunawa Kecamatan Babahrot yang kini sudah berusia 60 hari masa tanam. Ini bukan kali pertama mereka tanam, awalnya mereka mengalami kegagalan pada bulan november 2017.

Menurut Sekretaris MMJ, Masren, penyebab kegagalan tersebut karena musim hujan pada masa tanam, apalagi benih yang disemai tersebut tidak tahan jika tergenang air “Pada bulan november tahun lalu saat kami tanam jagung curah hujan tinggi, sehingga benih yang kita tanam tersebut tidak tahan air yang tergenang.”

MMJ tidak patah semangat, meskipun aktivitas mereka tidak dialokasikan dalam APBD, walau mereka mengalami kegagalan masa panen tapi mereka kembali merintis, sehingga pada pertenggah Februari 2018, MMJ kembali tanam jagung.

Tidak dipungkiri, peran pemerintah kabupaten Aceh Barat Daya dibawah kepemimpinan Akmal Ibrahim selaku bupati dan Muslizar MT selaku wakil Bupati, selain memberikan motivasi juga memberikan pinjam pakai mobil untuk membajak lahan, sementara minyak dan biaya operator ditanggung oleh PeTA secara patungan, dengan demikian MMJ mengajukan surat permohonan kepada pemerintah.

“Setelah masa panen jangung yang sekarang ini, MMJ akan kembali beraksi dilahan yang luas 8 Ha berlokasi di Gampong Alue Jeureujak Kecamatan Babahrot. Lahan tersebut pinjam pakai dari salah seorang anggota MMJ,” ucap Masren.

Sementara, setelah masa panen di lahan di Alue Jeureujak nanti, MMJ akan melakukan menyebaran areal dibeberapa lokasi dalam kabupaten Aceh Barat Daya, yang keanggotaannya dari PeTA.

“Kita akan terus berbenah dan membuka lokasi baru setelah di Alue Jeureujak nanti, kita akan berdayakan anggota PeTA yang menyebar pada setiap kecamatan dan gampong untuk mendongkrak perekonomian anak muda," papar Masren.

Dalam memberdayakan ekonomi pemuda di Aceh Barat Daya tidak harus menunggu sumber dana dari pemerintah akan tetapi kita mengharapkan pemerintah menjadi fasilitator pemuda dalam pemberdayaan ekonomi.

Kemudian, lanjut Masren, Ia merasa bangga terhadap kawan-kawan yang mau menyisihkan rezeki dari pekerjaan pokoknya terhadap aktifitas MMJ yang dimotori oleh PeTA ini, hingga sampai hari ini masih bisa mandiri walaupum dengan penuh keterbatasan.

“Kalau ekonomi anak muda sudah membaik, maka urusan jeunamepun akan semakin berkah.” Tutup Masren. (*)


Don't Miss