Responsive Ad Slot

Setelah Mukim, Forum Keuchik se-Abdya Juga Tolak HGU PT CA

Kamis, 26 April 2018

Ketua Forum Komunikasi Keuchik Kabupaten (FK3) Aceh Barat Daya (Abdya), Hasani, menyatakan seluruh Keuchik (kepala desa)  dalam kabupaten tersebut menolak perpanjangan izin Hak Gina Usaha (HGU) PT. Cemerlang Abadi yang berlokasi di kecamatan Babahrot.

"Kami Forum Keucik Abdya menolak HGU PT CA diperpanjang. Kami sepakat dengan niat pemerintah Abdya yang meniatkan bekas HGU PT CA dijadikan
sawah baru untuk masyarakat miskin," kata Hasani, ketua FK3 Abdya, Kamis (26/4/2018) di Blangpidie.

Didampingi Ismail Keuchik Gelanggang Batee, Lembah Sabil, Hasani juga mendukung langkah yang sangat-sangat bijak pemerintah Abdya, DPRK, Gubernur Aceh dan sejumlah pihak lainnya saling bahu membahu memperjuangkan apa yang menjadi harapan masyarakat khususnya di Kecamatan Babahrot, agar lahan negara di kecamatan itu tidak di perpanjang untuk kembali di kelola oleh PT CA. Lantaran, sudah selama 30 tahun di kelola oleh PT itu tidak berdampak baik bagi masyarakat, bahkan tidak mampu sama sekali menekan angka penganguran dan kemiskinan.

"Tentu kita sangat bersyukur, pemeritah Abdya dan berbagai unsur lainnya tidak kenal lelah memperjuangakn apa yang menjadi harapan Rakyat," ujarnya.

Disebutkan nya juga, jika bekas HGU PT CA tidak diperpanjang dipastikan ribuan masyarakat Abdya, baik kategori miskin, janda dan pegangguran akan mendapat pekerjaan dan mampu menekan angka kemiskinan dan penganguran di Kabupaten Abdya.

"Selama dikelola oleh PT CA ribuan hektar tanah itu, jumlah masyarakat yang dipekerjakan paling dikisaran puluhan orang atau mungkin ratusan, tentu sangat jauh dengan jumlah masyarakat yang akan mendapatkan pekerjaan jika HGU tanah itu tidak diperpanjang," sebutnya.

Ditambahkan Hasani, Keucik merupakan orang yang sangat dekat dengan masyarakat, sehingga apapun permasalahan di masyarakat tidak luput
dari sepengetahuan aparatur desa, bahkan tingkat kemiskinan dan pengangguran dalam desa mereka masing-masing.

"Jelas nyata dengan adanya program cetak sawah baru di bekas HGU PT CA untuk di kelola masyarakat sangat-sangat nyata dapat memperbaiki perekonomian masyarakat," ulasnya.

Untuk itu, lanutnya, Forum Keucik Abdya sangat memohon kepada pemerintah pusat untuk mengabulkan jeritan masyarakat Abdya agar tanah itu dikembalikan kepada rakyat.

"Kami memohon kepada pemerintah pusat untuk tidak memperpanjang HGU PT itu, ini permohonan masyarakat miskin, para janda dan pengangguran Abdya. Kami memohon," tuturnya.

Sementara terkait ada pihak yang mendukung agar HGU PT CA diperpanjang, Forum ini meminta agar memikirkan ulang dan mempergunakan hati nuraninya, sebab, apa yang sedang di perjuangan oleh masyarakat dan pemerintah saat ini merupakan harapan dan doa saudara-saudara mereka yang hidup di garis kemiskinan.

"Bagi yang mendukung PT CA kami memohon untuk memikirkan dengan hati nurani, ini untuk kemaslahatan masyarakat Abdya," sebutnya. 

Sebelumnya, imum Mukim (lembaga adat yang membawahi beberapa desa- red) pada Rabu (25/4) lalu juga menolak perpanjangan HGU PT CA. Mereka sepakat agar lahan tersebut diserahkan kepada masyarakat guna menopang ekonomi masyarakat.

"Kami Forum Imum Mukim se-Kabupaten Abdya dengan tegas menyatakan menolak izin HGU PT CA diperpanjang karena tidak memberi dampak baik bagi masyarakat dan selama 30 keberadaannya, masyarakat tidak memperoleh hak malah mendapat kesengsaraan," kata M Nur Ahmadi SE, Ketua Forum Mukim Abdya.

Total sebanyak 23 mukim dari sembilan kecamatan di kabupaten itu, katanya sangat sependapat dengan bupati Abdya, Akmal Ibrahim, bahwa lahan yang sudah 30 tahun dikuasai oleh PT. CA itu agar dijadikan lahan produktif dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Apalagi dukungan terhadap hal ini juga disampaikan oleh DPRK Abdya, Gubernur Aceh dan sejumlah LSM.

"Ini tanah untuk rakyat, kembalikan kepada kami. Kami memohon kepada pusat jangan diperpanjang izinnya. Kami berjuang untuk masyarakat miskin, mereka yang tidak punya lahan dan pekerjaan," pinta M Nur penuh harap.

Dikesempatan ini, mewakili seluruh anggota Forum Imum Mukim se-Abdya, M Nur Ahmadi membacakan surat pernyataan sikap menolak izin HGU PT CA diperpanjang dengan judul, "Forum Imum Mukim se-Abdya menuntut tanah bekas HGU PT CA dijadikan sebagai Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA)".

Dalam surat pernyataan sikap disebutkan, pengusulan perpanjangan izin hak guna usaha (HGU) PT Cemerlang Abadi sudah berakhir pada tanggal 31 Desember 2017, namun perusahaan tetap melakukan pengerjaan di lahan itu hingga saat ini.

Dikatakan, Rakyat dan pemerintah Abdya saat ini sedang melakukan upaya perlawanan untuk menolak perpanjangan izin HGU PT Cemerlang Abadi (CA) diperpanjang, karena perusahaan telah menelantarkan lahan yang telah diberi izin oleh negara selama 30 tahun.

Diharapkan, agar lahan seluas 4.871 hektar yang diajukan perpanjangan oleh PT CA dapat dikembalikan untuk rakyat, sehingga lahan tersebut dapat menjadi sawah untuk masyarakat miskin di Abdya.

Lebih lanjut dalam surat pernyataan sikap itu diterangkan bahwa, PT CA menguasai lahan di Kecamatan Babahrot sebanyak 7.516 hektar, dimana ada lahan yang sama sekali tidak dimanfaatkan dan dibiarkan menjadi hutan belantara sebesar 2668,82 Ha.

HGU sebagaimana yang dimohonkan untuk diperpanjang adalah izin yang tidak sesuai dengan fakta lapangan dan adanya upaya pembohongan sistematis untuk mengelabui publik dan pemerintah.

"Karena itu kami Imum Mukim seluruh Abdya menyatakan sikap mendukung gerakan rakyat, Pemerintah Abdya, dan Pemerintah Aceh untuk tidak memperpanjang izin HGU PT CA dan mengembalikan tanah untuk rakyat. Menuntut Menteri Agraria dan Tataruang, Sofyan Jalil untuk menjadikan wilayah bekas HGU PT CA menjadi Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA) yang sudah menjadi agenda nasional," tutur M Nur, membaca surat pernyataan sikap. (MT)
Don't Miss