Medsos Pemerintah Bukan Alat Kampanye

IstanaPos.com - Ketua DPP PKS Aboe Bakar Al Habsyi yang juga anggota DPR Komisi III meminta akun media sosial yang dipergunakan instansi pem...

IstanaPos.com - Ketua DPP PKS Aboe Bakar Al Habsyi yang juga anggota DPR Komisi III meminta akun media sosial yang dipergunakan instansi pemerintah tidak dipergunakan untuk kepentingan politik pihak tertentu. Khususnya, yang terkait pilkada.

Aboe khawatir momentum pilkada ikut menyeret aparat yang bekerja di instansi pemerintahan, khususnya yang mengelola akun media sosial hanyut dalam euforia yang mengarah pada sikap dukung mendukung salah satu calon.

Anggota Komisi III ini mengaku sempat menuai banyak pertanyaan dari masyarakat dalam kasus pilkada DKI Jakarta. Khususnya, pertanyaan berkaitan dengan akun TMC Polda Metro Jaya di Twitter yang mengunggah permintaan maaf calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok.

"Dalam kasus ini masyarakat banyak menanyakan apa hubungan Polda Metro dengan Ahok yang notabene calon kepala daerah, sehingga punya kepentingan terhadap persoalan tersebut," katanya kepada wartawan hari ini.

Aboe mengutarakan, akibat akun Twitter Polda Metro Jaya menggungah permintaan maaf Ahok banyak masyarakat yang mempertayakan. "Akhirnya saya jelaskan kepada masyarakat, mungkin saja Polda Metro ingin mendinginkan suasana sehingga mengunggah berita tersebut," ujarnya.

Politisi asal Kalimantan Selatan ini berharap, ke depan akun media sosial yang dikelola pemerintah, khususnya yang menjadi mitra komisi III dan jajarannya digunakan sebagaimana mestinya. Pengelolaannya harus dilakukan dengan hati-hati, dan sebaiknya dihindari masuk pada persoalan yang bersifat sensitif.

"Jangan sampai akun official dari organ pemerintah terlihat menjadi buzzer pihak tertentu," ujarnya.

Aboe meminta publik untuk tenang menyikapi unggahan akun Polda Metro Jaya. Sebagai anggota Komisi Hukum, dirinya dalam waktu dekat akan menyampaikan kepada Kapolda Metro, agar dievaluasi dan dilakukan perbaikan dalam pengelolaan akun media sosial.

"Di tengah hangatnya situasi Pilkada di Jakarta, saya berharap Polisi sebagai aparat penegak hukum dapat membawa diri dengan baik. Karena pada dasarnya mereka adalah pengayom dan pelindung masyarakat. Jangan sampai terkesan masuk dalam satu kubu tertentu," ingatnya.

Diketahui, belum lama ini akun media sosial Twitter resmi milik TMC Polda Metro Jaya sempat menjadi pembicaraan publik dunia maya. Sebab @TMCPoldaMetro mengunggah permohonan maaf Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terkait tudingan penistaan agama.
Name

Birokrasi Bisnis daerah eksekutif featured foto Hikmah hukum iklan iklan1 ILM Indeks Internasional kebijakan makro mikro Muda nasional opini politik Populi sport
false
ltr
item
IstanaPos.com: Medsos Pemerintah Bukan Alat Kampanye
Medsos Pemerintah Bukan Alat Kampanye
IstanaPos.com
https://www.istanapos.com/2016/10/medsos-pemerintah-bukan-alat-kampanye.html
https://www.istanapos.com/
https://www.istanapos.com/
https://www.istanapos.com/2016/10/medsos-pemerintah-bukan-alat-kampanye.html
true
5747322589800627398
UTF-8
Not found any posts Lainnya Readmore Reply Cancel reply Delete By Beranda Halaman POS View All Berita Lain LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat'at Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit $$1$$ menit lalu 1 jam lalu $$1$$ jam lalu kemarin $$1$$ hari lalu $$1$$ minggu lalu lebih dari 5 minggu Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy