Jangan Biarkan Negara Dirusak Penista Agama

Istanapos.com - Anggota DPR Aboe Bakar Al Habsyi memandang unjuk rasa hari ini sebagai aksi yang mewakili rakyat Indonesia. Sebab, massa ...

Istanapos.com - Anggota DPR Aboe Bakar Al Habsyi memandang unjuk rasa hari ini sebagai aksi yang mewakili rakyat Indonesia. Sebab, massa yang datang dari berbagai daerah di penjuru negeri. 

"Jadi terlalu naif bila dikatakan bahwa ini adalah bagian dari konstalasi politik Jakarta. Selain aksi di Jakarta, hari ini juga banyak di gelar aksi di daerah, ini adalah representasi dari kemarahan publik atas penistaan yang dilakukan terhadap kitab sucinya," katanya kepada wartawan.

Demo 4 November, jelas Aboe, bisa jadi terjadi karena umat marah melihat seolah oknum seorang pejabat negara yang tidak tersentuh hukum.  "Para kyai yang santun akhirnya harus turun gunung karena seolah ada orang yang kebal hukum," ujarnya.

Aboe bilang, publik akhirnya membandingkan kasus ini dengan penistaan yang dilakukan oleh AH di Solo akhir bulan kemarin. AH melakukan tindakan penistaan terhadap Al Quran pada tanggal 31 Oktober dini hari, sekitar pukul 4 pagi. Polres Solo dan Polda Jateng bertindak dengan sangat cepat, tidak sampai 38 jam, yang bersangkutan sudah menjadi tersangka. Pada tanggal 1 Nopember pukul 17.00 sore, polisi sudah menahan AH. 

"Kasus AH ini adalah proses penegakan hukum yang benar, lantas kenapa yang di Jakarta ini seolah kebal hukum? Ini yang membuat masyarakat marah," cetus anggota Komisi III DPR ini.

Politisi PKS ini berujar, selama ini rakyat telah berupaya maksimal menahan diri, para kyai, ustadz maupun tokoh masyarakat sudah berupaya menenangkan masyarakat. Namun mereka tidak bisa tinggal diam ketika ada seorang yang seenak dirinya menghina kitab suci orang lain. 

"Mereka menjadi marah ketika hukum tidak bisa bekerja pada penista agama. Tuntutan yang diberikan tidak aneh, hanya minta penegakan hukum yang benar," urainya.

Menurutnya, apa yang diminta rakyat terhadap penista agama, telah sesuai dengan amanah konstitusi. Pasal 1 angka 3 UUD menyebutkan negara kita adalah negara hukum. 

Dikatakannya, ribuan rakyat yang berdemo adalah para pejuang konstitusi, mereka ingin konstitusi negara ini ditegakkan. Mereka tidak mau hukum di negara ini dikangkangi untuk kepentingan seseorang saja.

"Oleh karena itu jawabannya sederhana, tegakkan aturan hukum. Sehingga masyarakat akan tenang dan tidak lagi bergolak. Jangan pertaruhkan konstitusi kita hanya untuk seseorang, dan jangan pertaruhkan aspirasi ribuan orang ini hanya untuk seseorang," pungkasnya. 
Name

Birokrasi Bisnis daerah eksekutif featured foto Hikmah hukum iklan iklan1 ILM Indeks Internasional kebijakan makro mikro Muda nasional opini politik Populi sport
false
ltr
item
IstanaPos.com: Jangan Biarkan Negara Dirusak Penista Agama
Jangan Biarkan Negara Dirusak Penista Agama
https://4.bp.blogspot.com/-vzBEF3aZUjs/WBxAzsUbfHI/AAAAAAAAANw/-fDKE8xfP2MyiOdMYitg44V01EVpSKl_ACK4B/s320/IMG-20161020-WA0000-706424.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-vzBEF3aZUjs/WBxAzsUbfHI/AAAAAAAAANw/-fDKE8xfP2MyiOdMYitg44V01EVpSKl_ACK4B/s72-c/IMG-20161020-WA0000-706424.jpg
IstanaPos.com
https://www.istanapos.com/2016/11/bisa-rusak-negara-karena-penista-agama.html
https://www.istanapos.com/
https://www.istanapos.com/
https://www.istanapos.com/2016/11/bisa-rusak-negara-karena-penista-agama.html
true
5747322589800627398
UTF-8
Not found any posts Lainnya Readmore Reply Cancel reply Delete By Beranda Halaman POS View All Berita Lain LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat'at Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit $$1$$ menit lalu 1 jam lalu $$1$$ jam lalu kemarin $$1$$ hari lalu $$1$$ minggu lalu lebih dari 5 minggu Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy