IKM Kurang Diperhatikan, Sektor Rill Hancur

Anggota Komisi VI Nasril Bahar menilai, perhatian pemerintah kepada industri kecil dan menengah (IKM) saat ini semakin berkurang. Padahal ...

Anggota Komisi VI Nasril Bahar menilai, perhatian pemerintah kepada industri kecil dan menengah (IKM) saat ini semakin berkurang. Padahal sektor IKM menjadi salah satu penopang ekonomi Indonesia.

"Pelaku IKM banyak yang mati. Padahal kalau ekonomi kita menurun dan melambat sekarang, IKM bisa menjadi salah satu penopang dan pengaman untuk ekonomi kita, jadi perlu diperhatikan lagi untuk IKM," katanya kepada wartawan di Jakarta.

Nasril mengatakan, terpuruknya sektor IKM disebabkan kebijakan pemerintah di sektor industri, perdagangan, keuangan dan politik anggaran yang tidak pro terhadap IKM.

Dicontohkannya, pada sektor industri dan perdagangan, pemerintah banyak melakukan kesalahan dengan membuka selebar-lebarnya produk barang-barang impor dari luar negeri.

"Sektor IKM yang didengungkan akan dimajukan Jokowi saat pilpres, tidak tercermin dari kebijakan di Kemendag atau Kemenperin. Prioritas di sektor IKM yang ada sekarang semakin tidak jelas. Masak sekarang cangkul saja kita sekarang lebih banyak impor," urainya.

Politisi PAN ini menilai, dorongan politik pemerintah membangkitkan sektor IKM juga sangat lemah. Hal itu diperparah lagi dengan kebijakan sektor perdagangan dan industri pemerintah yang lebih condong membangun kedekatan politik ekonomi yang mengarah ke Negara Timur, khususnya China.

"Politik luar negeri kita harusnya kan bebas aktif sebagaimana diamanatkan Soekarno. Tapi, era sekarang justru kecenderungan ke China. Cita-cita Soekarno ketika mendirikan bangsa ini, justru bertolak belakang dengan kebijakan politik pemimpin negara saat ini," kata politisi senior ini.

Menurutnya, pelaku IKM sekarang ibarat jatuh tertimpa tangga. Maksudnya, selain tidak dapat perhatian dari pemerintah, di satu sisi mendapat tekanan dari pemerintah, terkait kewajiban membayar pajak.

"Tragis nasib pelaku IKM kita. Pelaku sektor rill benar-benar mendapat cobaan berat," katanya.

Nasril menambahkan, keterpurukan ekonomi Indonesia saat ini juga disebabkan karena pemimpin negara dalam membuat kebijakan mulai meninggalkan paham ekonomi berbasis kerakyatan seperti koperasi.

"Koperasi sudah tidak digubris. Koperasi yang dulu kita anggap sebagai soko guru bangsa,sekarang hancur lebur," bebernya.
Menurutnya,siapapun menteri di pemerintahan Jokowi akan sangat sulit bekerja optimal, jika arah kebijakan ekonomi pemerintahan sudah tidak lagi bebas aktif.

"Percuma reshuffle bongkar pasang menteri. Siapapun yang jadi menteri bakal kerepotan. Negara ini bisa lebih baik, kalau arahan pemimpin tertingginya jelas dan pro rakyat," pungkasnya.
Name

Birokrasi Bisnis daerah eksekutif featured foto Hikmah hukum iklan iklan1 ILM Indeks Internasional kebijakan makro mikro Muda nasional opini politik Populi sport
false
ltr
item
IstanaPos.com: IKM Kurang Diperhatikan, Sektor Rill Hancur
IKM Kurang Diperhatikan, Sektor Rill Hancur
https://4.bp.blogspot.com/-NFuNsG-REIM/WG2RzaFHGCI/AAAAAAAAAto/7uMkPFmz99YvPntCc503S3g13ghXnHpqgCK4B/s320/nasril-bahar-pan_edit-757262.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-NFuNsG-REIM/WG2RzaFHGCI/AAAAAAAAAto/7uMkPFmz99YvPntCc503S3g13ghXnHpqgCK4B/s72-c/nasril-bahar-pan_edit-757262.jpg
IstanaPos.com
https://www.istanapos.com/2017/01/ikm-kurang-diperhatikan-sektor-rill.html
https://www.istanapos.com/
https://www.istanapos.com/
https://www.istanapos.com/2017/01/ikm-kurang-diperhatikan-sektor-rill.html
true
5747322589800627398
UTF-8
Not found any posts Lainnya Readmore Reply Cancel reply Delete By Beranda Halaman POS View All Berita Lain LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat'at Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit $$1$$ menit lalu 1 jam lalu $$1$$ jam lalu kemarin $$1$$ hari lalu $$1$$ minggu lalu lebih dari 5 minggu Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy