Derita Lansia yang Terpaksa Makan Rumput, Sayat Hati Netizen

Di tengah hingar-bingar kunjungan Raja Arab Saudi ke Indonesia, sebagian netizen tanah air ternyata justru diselimuti rasa pilu. Hati me...

Di tengah hingar-bingar kunjungan Raja Arab Saudi ke Indonesia, sebagian netizen tanah air ternyata justru diselimuti rasa pilu. Hati mereka tersayat-sayat 'menengok' lansia di Jember, Jawa Timur yang terpaksa maka rumput karena kehabisan beras.

Selain makan rumput, untuk bertahan hidup, Sulimat atau Bu Rokayah (70), warga Dusun Krajan B, Desa Gambirono, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember juga makan abu sisa pembakaran kayu.

Mendapat kabar miris ini, pembaca detik.com mempertanyakan dimana tanggung jawab tuan-tuan pemangku kekuasaan.

"Ya Tuhan.... Hari gini masih ada kejadian menyayat hati. Hai, tuan-tuan pemangku kebijakan di daerah tersebut kamana saja anda? Bukankah hal semacam ini menjadi tanggung jawab anda," tanya akun @sudirjosog46.

Pengguna Kaskus juga bereaksi mendapat kabar ini.  Kaskus maniac dengan nama akun armandnanda tak kuasa menahan kesedihannya.

"Kalau aku sih sedih, gatau kalau MAS ANANG," threadnya.

"kasian bray,"  tulis Kaskus Addict dengan nama akun kleponyu. Dia membubuhkan emoticon sedih.

"Kasian banget, hidup susah di ujung usia," komentar akun gaygene.

Namun akun Kaskus lain menyentil dengan nada satire. Ia menuding berita itu adalah hoax.

"Ini pasti berita hoax... Di jaman baginda semua harga terjangkau.. Ingat terjangkau.. udah mirip nastak belum gw," sindirnya.

Bu Kaya, begitu panggilan akrabnya hidup memprihatinkan di sebuah rumah yang terbuat dari anyaman bambu. Rumah itu berdiri di atas tanah milik PT Perkebunan Nusantara X. Dia tak punya anak, suaminya meninggal beberapa tahun silam.

Sehari-hari, Rokayah tidur di atas dipan reot dan memasak dengan tungku yang terbuat dari batu bata dan tanah. Atap rumahnya berlubang dan ditembus air saat hujan. 

Rokayah pernah mendapat uluran tangan dari tetangga. Seperti beras, namun saat beras habis, dia memilih memakan rumput daripada merepotkan orang lain. 

Pengakuannya, terakhir bu Kaya memakan rumput sekitar 12 hari lalu. Rumput itu dicabutnya dari belakang rumah. Sebelum dimakan, Rokayah mengulek hingga halus agar mudah ditelan. "Seperti minum jamu," tuturnya dikutip beritajatim.com

Sementara abu sisa pembakaran dimakannya untuk menolak sakit. Sebelum ditelan, abu itu dicampur dengan air. Dia sadar orang miskin sepertinya tak boleh jatuh sakit. "Saya makan abu sisa pembakaran dicampur air kapur," katanya.

Pembaca detik.com dengan nama akun @rusyantogitosusastro meminta alamat lengkap lansia ini. Ia mengaku ingin menjaga dan merawatnya.
"Saya rela menjaga dan merawatnya, ada yang bisa memberikan alamat lengkapnya?," tanya dia.

"Kalo mau donasi buat ibu ini gimana caranya dan kemana? Buat para pejabat jangan cuma koruptor dan mulut besar yang diutamain. Lihat lah rakyat kalian di zaman sekarang masih ada yang kelaparan," kritik @linalies1209.

"Salah gue selama ini, duit buat dugem dan lifestyle kayak awkirin. Ternyata di ujung sana masih ada yang makan rumput," aku @elang45.

Sementara Olan @detikkonect menyentil anggota DPR daerah pemilihan Jember. Ia minta bukti kerja nyatanya.

"Kepada yang mulia anggota DPR dari Jember Anang Hermansyah jangan cuma numpang fasilitas dan nama Jember mana bukti kerja kau mewakili rakyat Jember....mana.....mana....," protesnya.

"Dimana posisi pemerintah yang melindungi dan menjamin hak hidup warganya," tanya @lintangridho.

Kabar ini akhirnya sampai ke Kementerian Sosial. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa langsung turun tangan mengecek kabar mengenaskan yang dialami Bu Kaya.

"Sudah dicek sama pak dirjen (Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial-Dirjen Linjamsos). Kalau Siskada (sistem informasi kearsipan dinamis) kan bisa dilihat. Ternyata beliau itu sebetulnya penerima Rastra (beras sejahtera)," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Kamis (3/3/2017).

"Seandainya beliau belum terima, mungkin bisa dicek, apakah kemungkinan belum bisa bayar harga tebus Rastra," tambahnya.

Untuk penanganannya, Mensos mengaku sudah memerintahkan dirjen perlindungan sosial Kemensos, agar Bu Kaya dimasukan ke PKH lanjut usia (lansia).

"PKH lansia untuk umur 70-tahun keatas kurang mampu," terangnya.

Selain Mensos, Bupati Jember, Jawa Timur, Faida seperti diberitakan detik.com juga sudah menerjunkan tim ke rumah Sulimah alias Bu Rokayah. Faida mengaku tidak bisa ikut menjenguk lantaran sedang rapat di Jakarta.

"Preettt ah.... Ganti aja tuh bupatinya," protes akun @indahutami1406.

"Ngeles seperti bajai men... Biasa klo udah di sorot ya gitu deh bupati cari aman dari publik lah," cibir @emanurung61.

"Masuk media baru action...!,kebiasaan pejabat kita," timpal @andralm10.

Khalayak twitter juga tak tinggal diam. Akun @AbuHibban68 langsung me-mention Presiden Jokowi agar Bu Kaya dibantu.

"Warga Jember (Sulimah alias Bu Rokayah) ini Terpaksa Makan Rumput karena Kelaparan. Tolong dibantu pak @jokowi nenek ini. Biar berkah NKRI," cuitnya.

"Di tengah repot kunjungan raja, kantor juga rame sama berita ini. P*mred minta difollow up sampe dia benar-benar dapat bantuan," tweet akun @gausalah, menautkan link detik.com.

Seperti diketahui, kasus lansia terlantar dan kelaparan bukanlah yang pertama. Pertengahan tahun lalu netizen juga diramaikan dengan kisah Mpok Paini yang tinggal di gubuk reyot dan selama bertahun-tahun makan nasi aking, lantaran harga beras mahal. 

Mirisnya lagi, yang masih segar di ingatan kita adalah derita lansia di Panti Tunas Bangsa Pekanbaru. Mereka diperlakukan secara tidak manusiawi. Para lansia terpaksa makan kecoak dan bekas makanan tikus untuk bertahan hidup. Kasus ini terbongkar akhir Januari lalu. (*)

Name

Birokrasi Bisnis daerah eksekutif featured foto Hikmah hukum iklan iklan1 ILM Indeks Internasional kebijakan makro mikro Muda nasional opini politik Populi sport
false
ltr
item
IstanaPos.com: Derita Lansia yang Terpaksa Makan Rumput, Sayat Hati Netizen
Derita Lansia yang Terpaksa Makan Rumput, Sayat Hati Netizen
https://1.bp.blogspot.com/-A6Mw-nRMu7k/WLgQK4L7WjI/AAAAAAAABYc/C8lEEYdN5jEAgHcVchRtNFGwz7lcwXQwQCK4B/s640/C55OoP6VUAMIS69.jpg_small-770819.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-A6Mw-nRMu7k/WLgQK4L7WjI/AAAAAAAABYc/C8lEEYdN5jEAgHcVchRtNFGwz7lcwXQwQCK4B/s72-c/C55OoP6VUAMIS69.jpg_small-770819.jpg
IstanaPos.com
https://www.istanapos.com/2017/03/derita-lansia-yang-terpaksa-makan.html
https://www.istanapos.com/
https://www.istanapos.com/
https://www.istanapos.com/2017/03/derita-lansia-yang-terpaksa-makan.html
true
5747322589800627398
UTF-8
Not found any posts Lainnya Readmore Reply Cancel reply Delete By Beranda Halaman POS View All Berita Lain LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat'at Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit $$1$$ menit lalu 1 jam lalu $$1$$ jam lalu kemarin $$1$$ hari lalu $$1$$ minggu lalu lebih dari 5 minggu Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy