Pikiran Adalah Kehidupan

Dihadapan Abu Nawas, sang kepala keluarga mengatakan betapa kehidupan tidak adil padanya, hidupnya begitu sulit, rumah yang ia tempati ...


Dihadapan Abu Nawas, sang kepala keluarga mengatakan betapa kehidupan tidak adil padanya, hidupnya begitu sulit, rumah yang ia tempati terasa begitu kecil dan sempit dengan istri, anak-anak bahkan mertua turut menetap dirumah itu. Seandainya aku bisa mendapatkan rumah lebih besar, kata sang kepala keluarga.

"Adakah yang lain yang kau miliki selain rumah itu?" tanya Abu Nawas.
"Aku hanya memiliki 3 ekor kambing, dan 2 ekor sapi." jawab pria itu dengan wajah menyedihkan.
Mendengar segala curhatan hati pria tersebut, Abu Nawas seperti biasa memberikan saran untuk orang-orang yang meminta sarannya. Namun, saran yang diharapkan bisa menyenangkan hati sang kepala keluarga tersebut, nyatanya malah membuatnya kaget bukan kepalang. Bagaimana tidak, Abu Nawas memintanya memasukkan  3 ekor kambing yang ia miliki kedalam rumah dan tinggal bersama mereka selama seminggu.

Walau bingung dengan saran dari Abu Nawas tersebut, pria itu tetap melakukannya. Ia masukkan kambing-kambing tersebut ke dalam rumahnya, dan tinggal bersama dalam rumah yang sudah ramai dengan keberadaan istri, anak dan mertuanya itu. Seminggu kemudian, ia kembali menemui Abu Nawas.

"Wahai Abu Nawas, apa yang harus aku lakukan saat ini? Rumah ku sudah tak berbentuk rumah lagi dengan adanya kambing-kambing itu. Istri, anak, dan mertuaku sudah tak tahan dengan keadaan rumah kami?" tanya sang kepala keluarga.

"Kalau begitu, masukkanlah dua ekor sapi mu kedalam rumah dan tinggal bersama dengan mu, layaknya kambing-kambing itu." jawab Abu Nawas.

"Apa kamu bercanda Abu Nawas. 3 ekor kambing saja sudah membuat rumah ku seperti kapal pecah. Bagaimana lagi jka ditambah dengan 2 ekor sapi?"

Abu Nawas tetap menyarankan hal yang demikian, begitupun sang kepala keluarga yang tetap melakukan apa yang disarankan empunya masukan. Dimasukkannya 2 ekor sapi miliknya kedalam rumah, semakin ramailah makhluk hidup dalam rumah yang katanya sempit dan kecil itu. Hanya beberapa hari setelah itu, sang kepala keluarga itu kembali menemui Abu Nawas dan meminta saran kembali.

"Wahai Abu Nawas, adakah saran lainnya atas kehidupan ku? Aku sudah tak tahan lagi, begitupun keluargaku."

"Ya, keluarkanlah 3 ekor kambingmu dari rumah, beberapa hari lagi datanglah kembali."
Dengan semangat sang kepala keluarga mengeluarkan kambing-kambingnya dari rumah. Dari kini hanya bersisakan 2 ekor sapi saja. Ia pun kembali menemui Abu Nawas beberapa hari setelah itu, dan mengatakan kehidupannya kini sudah sedikit lebih baik setelah ia mengeluarkan 3 ekor kambing miliknya.
"Sekarang keluarkanlah dua ekor sapi itu dari rumah. Dan datanglah lagi beberapa hari kemudian."  kata Abu Nawas.
Sang kepala keluarga itu mengeluarkan 2 ekor sapi dari dalam rumah, dan mulai membersihkan rumahnya bersama dengan keluarganya. Beberapa hari berselang, ia kembali menemui Abu Nawas dengan wajah yang sumringah dan penampilan yang baik pula.
"Wahai Abu Nawas, hidupku kini sudah membaik, bahkan lebih baik dari sebelumnya."
"Apa yang membuat mu merasa lebih baik, sementara ukuran rumahmu masih sama seperti sebelumnya?" tanya Abu Nawas.
"Aku tak lagi memikirkan bahwa rumah itu kecil dan sempit, aku fikir aku sangat bahagia tinggal dirumah itu bersama anak, istri dan mertuaku. Dan mereka juga sangat bahagia saat ini."
Sahabat,,
Cerita Abu Nawas dan pria di atas sering sekali terjadi dalam kehidupan nyata kita, bukan? Sering kali kita merasa hidup kita ini sangatlah menyedihkan, atau bahkan yang paling menyedihkan. Mengapa? Karena kita membiarkan pikiran kita bermain dengan prasangka-prasangka buruk tentang takdir Allah.
Entah kita sadari atau tidak, pikiran kita yang terus menerus berprasangka buruk dapat berdampak dalam kehidupan kita. Pikiran yang hanya berisi dengan prasangka buruk, membuat kita bersikap buruk pula, bermalasan, cepat putus asa, tidak mau berusaha, berjuang. Pikiran yang dikuasai prasangka buruk tanpa kita sadari menjadi media setan untuk menjauhkan kita dari Allah Ta'ala, menjadikan kita pribadi yang hanya menyalahkan takdir Allah.
Jika pikiran kita sudah di kuasai prasangka buruk, kita seakan menutup mata atas apapun nikmat yang Allah berikan, bahkan kita merasa Allah tidak memberikan kita kenikmatan hidup hanya karena satu dua hal yang mungkin belum waktunya kita miliki. Namun, dengan sombongnya kita berpikir Allah tak adil atas hidup kita.
Adilkah rasanya kita berprasangka buruk terhadap takdir Allah, sementara Ia selalu mengganti sesuatu yang tidak baik untuk kita dengan sesuatu yang baik, bahkan lebih baik. Adilkah itu sahabat?
Tidakkah kenikmatan hidup itu tidak selalu berupa harta, tahta, dan martabat? Bukankah nafas yang sampai detik ini masih bisa kita hirup merupakan sebuah kenikmatan hidup? Tidakkah kita sadar, kenikmatan itu bisa jadi merupakan ujian hidup? Lantas, masihkah kita berfikiran hidup kita adalah yang paling menyedihkan hanya karena permintaan-permintaan kita belum waktunya di kabulkan Allah?
(QS. Al-Baqarah, Ali Imran, HR. Bukhari)
Sahabat,,
Jangan biarkan pikiran kita terus menerus berprasangka buruk, berpikiran negative bahkan atas takdir hidup yang Allah gariskan. Ingat, kehidupan kita berjalan sesuai apa yang kita pikirkan.Jika berpikiran positif dan selalu berbaik sangka, maka sikap dan kehidupan kita pun menjadi baik. Namun, akan menjadi sebaliknya jika kita hanya berpikiran negative dan berburuk sangka. Karena pikiran adalah kehidupan.



Dikirim dari telepon Mi saya
Name

Birokrasi Bisnis daerah eksekutif featured foto Hikmah hukum iklan iklan1 ILM Indeks Internasional kebijakan makro mikro Muda nasional opini politik Populi sport
false
ltr
item
IstanaPos.com: Pikiran Adalah Kehidupan
Pikiran Adalah Kehidupan
https://4.bp.blogspot.com/-shJJRd9qEb0/WLotDtvdN_I/AAAAAAAABb8/h7rfjiZjeEMVTtLbKH_VJIM2x07f_c6EwCK4B/s640/18-36-57-brain-1618377_640-737418.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-shJJRd9qEb0/WLotDtvdN_I/AAAAAAAABb8/h7rfjiZjeEMVTtLbKH_VJIM2x07f_c6EwCK4B/s72-c/18-36-57-brain-1618377_640-737418.jpg
IstanaPos.com
https://www.istanapos.com/2017/03/dihadapan-abu-nawas-sang-kepala.html
https://www.istanapos.com/
https://www.istanapos.com/
https://www.istanapos.com/2017/03/dihadapan-abu-nawas-sang-kepala.html
true
5747322589800627398
UTF-8
Not found any posts Lainnya Readmore Reply Cancel reply Delete By Beranda Halaman POS View All Berita Lain LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat'at Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit $$1$$ menit lalu 1 jam lalu $$1$$ jam lalu kemarin $$1$$ hari lalu $$1$$ minggu lalu lebih dari 5 minggu Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy