Bupati Akmal Paparkan Potensi Hutan dan Program Lingkungan, Menteri Siti: Bantu!

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya memberikan lampu hijau kepada Bupati Aceh Barat Daya Akmal Ibrahim jika ingin ...

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya memberikan lampu hijau kepada Bupati Aceh Barat Daya Akmal Ibrahim jika ingin memanfaatkan hutan untuk perkebunan rakyat melalui hak pengelolaan perhutanan sosial. 

Pemanfaatan gunung atau hutan adalah satu poin dari 10 program yang dijanjikan Akmal Ibrahim saat mencalonkan diri sebagai Bupati di Pilkada lalu. Karena itu, guna memuluskan program andalannya tersebut, Akmal menemui Menteri Siti untuk memastikan bahwa hutan yang akan dimanfaatkan nantinya itu tidak menemui masalah di kemudian hari. Khususnya terkait hutan lindung.

"Daerah kami bu Menteri, 72 persen-nya hutan, sehingga kami betul-betul ingin memaksimalkan pemanfaatannya, namun dengan tidak merusaknya. Karena kami khawatir juga nanti saat hutan digarap melanggar batas-batas hutan lindung," ujar Akmal dalam perbincangannya dengan Menteri Siti, Kamis (24/8) di Jakarta.

Akmal berharap, batas hutan lindung yang masih samar-samar bisa dipertegas kembali. Jika perlu, harapnya, ada Tim yang diturunkan dari pusat untuk membuat tapal batas.

Akmal berkeyakinan, pemanfaatan hutan ini selain dapat menambah daftar sumber mata pencaharian baru bagi masyarakat, juga sekaligus berfungsi untuk reboisasi hutan-hutan yang mulai tandus, karena pembalakan liar. Ia meminta bantuan Menteri Siti untuk memfasilitasi jenis pohon atau tanaman yang produktif sekaligus punya fungsi reboisasi atau penghijauan untuk kelestarian hutan.

Sebab, tutur Akmal, studi yang pernah dilakukan tim relawannya menunjukkan bahwa banyaknya masyarakat yang berprofesi sebagai penebang liar ternyata bukan untuk kesejahteraan diri mereka, melainkan untuk cukongnya. Sebab sebagian besar penebang masih hidup miskin. 

"Kami ingin mengajak masyarakat khususnya para penebang liar ini untuk alih profesi. Dari pada menebang, lebih baik memanfaatkan hutan dengan berkebun dan menanam pohon yang bisa menghasilkan uang lebih banyak," imbuhnya.

Hitungan Akmal, ada potensi penghasilan puluhan hingga ratusan juta rupiah yang bisa diraup dari minimal dua hektar lahan hutan yang bisa dimanfaatkan masyarakat. "Bisa dari menanam jengkol, aren, pinang bitara, dan lain-lain," sebutnya.

Menteri Siti menyambut baik usulan Bupati Akmal. Ia menawarkan program perhutanan sosial sebagai solusi untuk pemanfaatan hutan di Abdya.

"Dengan memanfaatkan program perhutanan sosial, masyarakat tidak perlu khawatir lagi berbenturan dengan persoalan hukum. Bisa dimanfaatkan hingga 35 tahun, dan bisa diperpanjang. Tapi tidak bisa menjadi hak milik," jelas Menteri Siti.

Ia memastikan Polisi Hutan maupun penegak hukum lainnya tidak boleh mengganggu masyarakat yang memanfaatkan hutan melalui program perhutanan Sosial. Siti juga menyarankan agar Bupati Akmal memasukkan program tersebut dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) agar bisa disinkronkan dengan program di Kementerian LHK. Setiap masyarakat yang mendapatkan lahan juga bisa difasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Nanti masyarakat yang ingin memanfaatkan lahan diorganisir, lalu kirim ke Gubernur atau langsung ke saya," jelas Siti.

Dana DAK untuk Pengolahan Sampah
Menteri Siti juga langsung menugaskan stafnya untuk membantu pengusulan Dana Alokasi Khusus (DAK) pengolahan sampah untuk Abdya. Sebab, sebagaimana dilaporkan Bupati Akmal, Abdya selama ini belum pernah mendapatkan bantuan DAK bidang Lingkungan Hidup.

"Sampahnya di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) masih bau nggak? Kalau masih nanti kita bantu peralatan dan tata kelolanya melalui usulan alokasi DAK, supaya baunya tidak mengganggu lagi masyarakat di sekitar TPA. Juga sarana prasarana kebersihan jalan, dan lain-lain," sambung Menteri dari Partai Nasdem ini.

Lebih lanjut, Menteri Siti juga antusias menyikapi laporan Bupati Akmal soal besarnya potensi aliran sungai di Aceh Barat Daya. Ada tiga sungai besar dari Taman Nasional Gunung Leuser yang bermuara ke Abdya, yakni Sungai Krueng Baru, Sungai Krueng Beukah dan Krueng Babahrot. Selain ribuan sungai kecil yang membelah kabupaten berjuluk Breuh Sigupai itu. Menurutnya, aliran sungai itu bisa dimanfaatkan untuk pengembangan mikro hidro, atau pembangkit listrik tenaga air skala kecil. (*)
Name

Birokrasi Bisnis daerah eksekutif featured foto Hikmah hukum iklan iklan1 ILM Indeks Internasional kebijakan makro mikro Muda nasional opini politik Populi sport
false
ltr
item
IstanaPos.com: Bupati Akmal Paparkan Potensi Hutan dan Program Lingkungan, Menteri Siti: Bantu!
Bupati Akmal Paparkan Potensi Hutan dan Program Lingkungan, Menteri Siti: Bantu!
https://1.bp.blogspot.com/-eXaJTjaxPmk/WaLZf6Rh_BI/AAAAAAAAEJY/si3zIJzu6UE3Q_U12kc78o3BBLpRSMu0gCK4BGAYYCw/s640/IMG-20170824-WA0025-733933.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-eXaJTjaxPmk/WaLZf6Rh_BI/AAAAAAAAEJY/si3zIJzu6UE3Q_U12kc78o3BBLpRSMu0gCK4BGAYYCw/s72-c/IMG-20170824-WA0025-733933.jpg
IstanaPos.com
https://www.istanapos.com/2017/08/menteri-siti-beri-lampu-hijau-kepada.html
https://www.istanapos.com/
https://www.istanapos.com/
https://www.istanapos.com/2017/08/menteri-siti-beri-lampu-hijau-kepada.html
true
5747322589800627398
UTF-8
Not found any posts Lainnya Readmore Reply Cancel reply Delete By Beranda Halaman POS View All Berita Lain LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat'at Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit $$1$$ menit lalu 1 jam lalu $$1$$ jam lalu kemarin $$1$$ hari lalu $$1$$ minggu lalu lebih dari 5 minggu Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy