NTB, Darurat Kejahatan Seksual Anak

Sebut saja namanya Melati. Ia menjadi korban pelampiasan birahi ayah kandungnya, setelah sebulan ditinggal sang ibu ke luar negeri menjadi T...

Sebut saja namanya Melati. Ia menjadi korban pelampiasan birahi ayah kandungnya, setelah sebulan ditinggal sang ibu ke luar negeri menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW).

Melati yang masih berusia 12 tahun ini baru saja melahirkan Senin (8/10) Subuh WITA lalu lewat operasi caesar. Ia dan Bayinya laki-laki, selamat.

Melati yang belum lama menamatkan Sekolah Dasar ini dikucilkan masyarakat dan trauma berat. "Setelah dapat informasi, kita dampingi terus, kesehatannya kita periksa. Rentan bunuh diri. Sekarang masih di RPSA," kata Agnes Rosalia, Ketua Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Bumi Gora, Mataram Nusa Tenggara Barat, Kamis (18/8) lalu.

"Tapi setiap Ia menatap si bayi, pandangannya antara sayang dan dendam," lanjutnya.

Kehamilan Melati diketahui saat hendak berobat ke Puskesmas karena demam tinggi. Saat diperiksa, ternyata Ia hamil lima bulan.  Tepat enam bulan setelah Ibunya mencari peruntungan sebagai TKW.

Kasus Melati adalah satu dari ratusan kasus lain yang baru terangkat ke permukaan. Ibarat gunung es, masih banyak yang belum terungkap. Termasuk percobaan perkosaan dan pelecehan seksual oleh salah seorang dukun sehari setelah gempa pertama.

"NTB urutan ke lima tingkat kekerasan seksual terhadap anak. Terutama lombok," kata Agnes.

Yang tercatat, tahun 2016 dari 200 kasus anak yang ditangani di RSPA Mataram, 90 persen diantaranya adalah kejahatan seksual. Angka itu menurun di tahun 2017 menjadi 150 kasus. Sementara di tahun 2018, dari Januari hingga Oktober baru tercatat 85 kasus.

"Pernah kami seperti transaksi narkoba. Subuh-subuh ditelpon ke bandara ambil bayi. Supaya engga diketahui orang, karena anak tokoh agama," ungkap Agnes.

Selain penanganan di RSPA, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Edi Suharto juga menekankan pentingnya pencegahan. Salah satu program yang kini kini digencarkan adalah Sakti Peksos Go To School.

"Mereka mengajak anak-anak menghindari pornografi, mengenal karakter predator atau pelaku dan lainnya. Mudah-mudahan kasus kejahatan anak ini menurun," harapnya.

Selain itu, dalam menurunkan trauma anak, khususnya akibat gempa, Kemensos juga menggelar acara One Day for Children, Kamis (18/10). Dalam acara yang turut dihadiri istri Menteri Sosial, Loemongga Agus Gumiwang ini, selain menampilkan pementasan seni dan hiburan bagi anak, Kemensos juga menyerah Tabungan Sosial Anak (TASA). (*)

KOMENTAR

Name

Birokrasi Bisnis daerah eksekutif featured foto Hikmah hukum iklan iklan1 ILM Indeks Internasional kebijakan makro mikro Muda nasional opini politik Populi sport
false
ltr
item
IstanaPos.com: NTB, Darurat Kejahatan Seksual Anak
NTB, Darurat Kejahatan Seksual Anak
http://3.bp.blogspot.com/-5R86HUmeQfo/W8hiYlymC1I/AAAAAAAAGZQ/s-OXaMYZJIMJqRG0f_75kF-0bGrYMBztACK4BGAYYCw/s320/20181018_114831-740638.jpg
http://3.bp.blogspot.com/-5R86HUmeQfo/W8hiYlymC1I/AAAAAAAAGZQ/s-OXaMYZJIMJqRG0f_75kF-0bGrYMBztACK4BGAYYCw/s72-c/20181018_114831-740638.jpg
IstanaPos.com
https://www.istanapos.com/2018/10/ntb-darurat-kejahatan-seksual-anak.html
https://www.istanapos.com/
https://www.istanapos.com/
https://www.istanapos.com/2018/10/ntb-darurat-kejahatan-seksual-anak.html
true
5747322589800627398
UTF-8
Not found any posts Lainnya Readmore Reply Cancel reply Delete By Beranda Halaman POS View All Berita Lain LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat'at Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit $$1$$ menit lalu 1 jam lalu $$1$$ jam lalu kemarin $$1$$ hari lalu $$1$$ minggu lalu lebih dari 5 minggu Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy